Hubungan Jenis dan Durasi Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Kanker Serviks pada Pasien di Rumah Sakit Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan
mortalitas pada perempuan di seluruh dunia. Berbagai faktor risiko telah dikaitkan
dengan kejadian kanker serviks, salah satunya adalah penggunaan kontrasepsi
hormonal. Kontrasepsi hormonal banyak digunakan sebagai metode keluarga
berencana karena efektivitas dan kemudahannya dalam penggunaan. Namun, beberapa
penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka
waktu tertentu berpotensi berkaitan dengan peningkatan risiko kanker serviks.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan
kontrasepsi hormonal dengan kejadian kanker serviks pada pasien di rumah sakit di
Jember. Penelitian ini juga mengevaluasi hubungan tersebut berdasarkan karakteristik
penggunaan kontrasepsi hormonal. Karakteristik yang dianalisis meliputi jenis
kontrasepsi hormonal yang digunakan serta durasi penggunaannya. Analisis tersebut
diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai pola penggunaan
kontrasepsi hormonal pada pasien.
Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan
case-control. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Baladhika Husada dan RSUD dr.
Soebandi Jember dengan melibatkan kelompok kasus dan kelompok kontrol. Data
dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta penelusuran rekam
medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan
karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk
menilai hubungan antarvariabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus (kanker serviks),
jenis kontrasepsi hormonal yang paling banyak digunakan adalah jenis oral yaitu
sebanyak 33 responden (76,7%). Sebaliknya, pada kelompok kontrol, pengguna jenis
non-oral lebih dominan yaitu sebanyak 24 responden (55,8%). Hasil uji bivariat
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kontrasepsi
hormonal dengan kejadian kanker serviks dengan nilai p = 0,002, OR = 4,168, dan CI
95% = 1,647–10,553. Responden yang menggunakan kontrasepsi oral memiliki risiko
4,168 kali lebih tinggi untuk mengalami kanker serviks dibandingkan dengan
responden yang menggunakan kontrasepsi non-oral. Selain itu, durasi penggunaan
kontrasepsi hormonal juga berhubungan signifikan dengan kejadian kanker serviks
dengan nilai p = 0,027, OR = 3,774, dan CI 95% = 1,108–12,860. Responden yang
menggunakan kontrasepsi hormonal selama ≥5 tahun memiliki peluang lebih besar
mengalami kanker serviks dibandingkan responden yang menggunakan kontrasepsi
hormonal selama <5 tahun.
Kesimpulan penelitian ini adalah jenis kontrasepsi hormonal (oral vs non-oral)
dan durasi penggunaan kontrasepsi hormonal berhubungan signifikan dengan kejadian
kanker serviks. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya edukasi dan konseling
mengenai pemilihan jenis kontrasepsi, pembatasan penggunaan kontrasepsi hormonal
jangka panjang, serta deteksi dini kanker serviks secara berkala melalui IVA, Pap
smear, atau pemeriksaan HPV DNA.
Description
Validasi file repositori 27 Juli 2026_Firli
