Hubungan Jenis dan Durasi Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Kanker Serviks pada Pasien di Rumah Sakit Jember

dc.contributor.authorHana Syarifa
dc.date.accessioned2026-07-28T01:34:05Z
dc.date.issued2026-05-20
dc.descriptionValidasi file repositori 27 Juli 2026_Firli
dc.description.abstractKanker serviks merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan di seluruh dunia. Berbagai faktor risiko telah dikaitkan dengan kejadian kanker serviks, salah satunya adalah penggunaan kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi hormonal banyak digunakan sebagai metode keluarga berencana karena efektivitas dan kemudahannya dalam penggunaan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu tertentu berpotensi berkaitan dengan peningkatan risiko kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian kanker serviks pada pasien di rumah sakit di Jember. Penelitian ini juga mengevaluasi hubungan tersebut berdasarkan karakteristik penggunaan kontrasepsi hormonal. Karakteristik yang dianalisis meliputi jenis kontrasepsi hormonal yang digunakan serta durasi penggunaannya. Analisis tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai pola penggunaan kontrasepsi hormonal pada pasien. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Baladhika Husada dan RSUD dr. Soebandi Jember dengan melibatkan kelompok kasus dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta penelusuran rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus (kanker serviks), jenis kontrasepsi hormonal yang paling banyak digunakan adalah jenis oral yaitu sebanyak 33 responden (76,7%). Sebaliknya, pada kelompok kontrol, pengguna jenis non-oral lebih dominan yaitu sebanyak 24 responden (55,8%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kontrasepsi hormonal dengan kejadian kanker serviks dengan nilai p = 0,002, OR = 4,168, dan CI 95% = 1,647–10,553. Responden yang menggunakan kontrasepsi oral memiliki risiko 4,168 kali lebih tinggi untuk mengalami kanker serviks dibandingkan dengan responden yang menggunakan kontrasepsi non-oral. Selain itu, durasi penggunaan kontrasepsi hormonal juga berhubungan signifikan dengan kejadian kanker serviks dengan nilai p = 0,027, OR = 3,774, dan CI 95% = 1,108–12,860. Responden yang menggunakan kontrasepsi hormonal selama ≥5 tahun memiliki peluang lebih besar mengalami kanker serviks dibandingkan responden yang menggunakan kontrasepsi hormonal selama <5 tahun. Kesimpulan penelitian ini adalah jenis kontrasepsi hormonal (oral vs non-oral) dan durasi penggunaan kontrasepsi hormonal berhubungan signifikan dengan kejadian kanker serviks. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya edukasi dan konseling mengenai pemilihan jenis kontrasepsi, pembatasan penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang, serta deteksi dini kanker serviks secara berkala melalui IVA, Pap smear, atau pemeriksaan HPV DNA.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama: Dr. dr. Aris Prasetyo, M.Kes
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12157
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectKanker serviks
dc.subjectKontrasepsi Hormonal
dc.titleHubungan Jenis dan Durasi Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Kanker Serviks pada Pasien di Rumah Sakit Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Hana Syarifa_222010101140_Skripsi Repository.pdf
Size:
2.43 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: