Fraksinasi Protein Belalang Kayu (Valanga nigricornis) dan Belalang Sawah (Oxya chinensis) dengan Metode Pengeringan Microwave dan Hot Air Drying
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Protein pada tepung belalang tersusun atas berbagai fraksi yang memiliki
sifat kelarutan berbeda, yaitu fraksi sarkoplasmik, miofibril, dan stroma.
Karakteristik protein pada tepung belalang dapat dipengaruhi oleh perbedaan jenis
belalang maupun metode pengeringan yang digunakan selama proses pengolahan.
Selain itu, perlakuan pengeringan juga dapat memengaruhi struktur protein yang
dapat dilihat melalui perubahan profil berat molekul protein. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis belalang dan metode
pengeringan terhadap komposisi fraksi protein serta menganalisis perubahan profil
protein menggunakan metode Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamide Gel
Electrophoresis (SDS-PAGE).
Faktor perlakuan yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas jenis
belalang, yaitu belalang sawah dan belalang kayu, serta metode pengeringan berupa
hot air drying dan microwave drying. Analisis fraksinasi protein dilakukan untuk
menentukan proporsi fraksi sarkoplasmik, miofibril, dan stroma, sedangkan analisis
SDS-PAGE digunakan untuk mengidentifikasi profil berat molekul protein pada
masing-masing perlakuan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji TwoWay ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey taraf kepercayaan 95%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis belalang dan metode pengeringan
memengaruhi komposisi fraksi protein tepung belalang. Belalang kayu
menghasilkan fraksi sarkoplasmik yang lebih tinggi dibandingkan belalang sawah,
sedangkan belalang sawah memiliki fraksi miofibril dan stroma yang lebih tinggi.
Fraksi sarkoplasmik tertinggi diperoleh pada perlakuan belalang kayu yang
dikeringkan menggunakan metode microwave sebesar 63,43%.
Faktor jenis belalang dapat berpengaruh nyata terhadap fraksi sarkoplasmik,
miofibril, dan stroma, sedangkan metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap
fraksi sarkoplasmik dan miofibril. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa
karakteristik biologis masing-masing spesies berperan penting dalam menentukan
distribusi protein pada tepung belalang. Hasil analisis SDS-PAGE menunjukkan
bahwa protein pada seluruh sampel diperkirakan berada pada rentang berat molekul
17-75 kDa dengan dominasi pita protein pada kisaran 25-63 kDa. Perbedaan jenis
belalang dan metode pengeringan menghasilkan variasi intensitas serta distribusi
pita protein, yang mengindikasikan adanya perubahan struktur protein selama
proses pengeringan. Perlakuan microwave cenderung menghasilkan pita protein
yang lebih samar dibandingkan hot air drying, yang menunjukkan terjadinya
perubahan konformasi protein akibat perlakuan panas. Meskipun demikian, seluruh
perlakuan masih menunjukkan keberadaan kelompok protein utama pada rentang
berat molekul yang relatif serupa.
Description
Validasi file repositori 27 Juli 2026_Firli
