Autokorelasi Spasial Kasus Kusta di Kabupaten Jember Tahun 2024
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Kusta merupakan penyakit menular kronis yang masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan kecacatan, stigma sosial, dan
penurunan kualitas hidup. Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium leprae
dengan risiko penularan lebih tinggi pada tipe Multibasiler (MB). Indonesia,
khususnya Jawa Timur, masih memiliki beban kasus yang tinggi. Kabupaten
Jember dipilih karena jumlah kasus tahun 2024 masih tinggi dan diduga memiliki
pola sebaran tidak acak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis
autokorelasi spasial kasus kusta di Kabupaten Jember tahun 2024.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi
menggunakan pendekatan analisis autokorelasi spasial. Unit analisis dalam
penelitian ini adalah 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Data yang digunakan
merupakan data sekunder meliputi jumlah kasus kusta, jumlah fasilitas kesehatan,
dan persentase Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang diperoleh dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Jember, kepadatan penduduk dari Badan Pusat Statistik
(BPS), serta persentase keluarga miskin dari Dinas Sosial Kabupaten Jember tahun
2024. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi
QGIS dan R Studio melalui pengujian Indeks Moran dan Local Indicator of Spatial
Association (LISA) untuk menganalisis pola autokorelasi spasial global maupun
lokal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus kusta di Kabupaten Jember
tahun 2024 lebih banyak terjadi pada kelompok usia 15–59 tahun sebesar 75% dan
pada laki-laki sebesar 60,48%. Dominasi pada usia produktif mengindikasikan
tingginya mobilitas dan interaksi sosial yang berpotensi meningkatkan risiko
penularan, sedangkan tingginya proporsi laki-laki dapat berkaitan dengan faktor
perilaku, paparan lingkungan, serta kecenderungan keterlambatan pencarian
pengobatan. Berdasarkan klasifikasi epidemiologi, tipe Multibasiler (MB)
merupakan tipe yang paling dominan yaitu sebesar 95,97%, yang menunjukkan
tingginya potensi penularan karena jumlah bakteri yang lebih banyak serta
kemungkinan keterlambatan deteksi kasus.
Analisis Indeks Moran univariat menunjukkan autokorelasi spasial positif
signifikan pada kasus kusta (I=0,2568; p=0,005), kepadatan penduduk (I=0,3912;
p=0,001), dan fasilitas kesehatan (I=0,2841; p=0,006), yang menandakan adanya
pengelompokan wilayah. Secara epidemiologis, hal ini mengindikasikan
kemungkinan transmisi lokal yang dipengaruhi oleh kedekatan wilayah, interaksi
penduduk, serta faktor sosial dan lingkungan. Kepadatan tinggi meningkatkan
kontak antar individu, sedangkan konsentrasi fasilitas kesehatan dapat
meningkatkan temuan kasus.
Analisis LISA mengidentifikasi klaster high-high kasus kusta di Kecamatan
Sumberbaru dan Tanggul, kepadatan penduduk di Ajung, Kaliwates, dan
Sumbersari, serta fasilitas kesehatan di Wuluhan, menunjukkan distribusi spasial
yang tidak merata. Analisis Moran bivariat tidak menunjukkan hubungan spasial
signifikan secara global, namun LISA mengungkap hubungan lokal antara
kepadatan penduduk dan kasus kusta di Ajung dan Sumbersari, serta antara fasilitas
kesehatan dan kasus kusta di Wuluhan. Hal ini menunjukkan adanya variasi lokal
akibat perbedaan karakteristik wilayah.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kasus kusta di Kabupaten
Jember tahun 2024 memiliki pola autokorelasi spasial yang mengelompok pada
beberapa wilayah tertentu. Kepadatan penduduk dan jumlah fasilitas kesehatan
memiliki keterkaitan spasial secara lokal dengan distribusi kasus kusta. Oleh karena
itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember diharapkan dapat memperkuat surveilans
berbasis wilayah dan memprioritaskan intervensi pada kecamatan yang termasuk
klaster risiko tinggi. Peningkatan deteksi dini, pemeriksaan kontak serumah,
pemerataan layanan kesehatan, serta edukasi masyarakat mengenai pencegahan
kusta perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung program eliminasi
kusta di Kabupaten Jember.
Description
Validasi file repositori 24 Juli 2026_Firli
