Eksplorasi Tumbuhan Lumut Kosmopolitan sebagai Agen Antimikroba: Systematic Mapping Review
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Infeksi merupakan suatu penyakit ketika sel tubuh terinvasi organisme
patogenik, seperti bakteri dan jamur. Penanganan infeksi dapat dilakukan
menggunakan antimikroba. Penggunaan antimikroba yang tidak tepat dapat
menimbulkan resistensi sehingga pengembangan agen antimikroba perlu terus
dilakukan. Lumut kosmopolitan menjadi salah satu sumber bahan alam yang
berpotensi untuk dilakukan eksplorasi aktivitas antimikrobanya. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan memetakan potensi spesies lumut
kosmopolitan sebagai agen antimikroba melalui pendekatan systematic mapping
review.
Prosedur penelusuran dan seleksi literatur mengacu pada PRISMA-P flow
diagram dengan pencarian dilakukan melalui basis data PubMed dan SciFinder
menggunakan strategi kata kunci dan operator Boolean. Dari hasil penelurusan
diperoleh 630 artikel, setelah proses pengecekan duplikasi tersisa 189 artikel.
Penyaringan berdasarkan abstrak dan judul menghasilkan 70 artikel. Setelah itu,
dilakukan seleksi naskah penuh dengan hasil akhir 51 artikel yang memenuhi tahap
inklusi untuk analisis lebih lanjut.
Hasil analisis dan pemetaan menunjukkan bahwa India dan Turki menjadi
negara yang paling banyak menjadi tempat sampling lumut kosmopolitan.
Penelitian antimikroba lumut kosmopolitan memuncak pada tahun 2023. Selain itu
penelitian antimikroba banyak dilakukan pada famili Pottiaceae. Metode
antimikroba, bagian tanaman, tipe sampel, dan climate region yang paling banyak
digunakan berturut-turut yakni metode microdilution dan agar diffusion, whole
plant, ekstrak, continental dan temperate.
Sebanyak 176 spesies lumut kosmopolitan yang tersebar dalam 86 genus dan
47 famili telah diuji aktivitas antimikrobanya. Namun, hanya 43 spesies yang
menunjukkan aktivitas antimikroba potensial. Spesies Dicranum scoparium paling
banyak menunjukkan aktivitas antibakteri potensial. Sementara itu, Brachythecium
populeum, Brachythecium rutabulum, Entodon cf rubicundus, Mnium marginatum,
Barbula javanica, Barbula arcuata, dan Sphagnum junghuhnianum menjadi spesies
dengan aktivitas antijamur potensial terbanyak. Pada studi fitokimia 25 senyawa
berhasil diisolasi dari lumut kosmopolitan. Namun, hanya 6 senyawa yang
menunjukkan aktivitas antimikroba potensial
Description
Validasi file repositori 24 Juli 2026_Firli
