Eksplorasi Tumbuhan Lumut Kosmopolitan sebagai Agen Antimikroba: Systematic Mapping Review
| dc.contributor.author | Annisa Syafa Kamila | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-24T04:10:48Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-08 | |
| dc.description | Validasi file repositori 24 Juli 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Infeksi merupakan suatu penyakit ketika sel tubuh terinvasi organisme patogenik, seperti bakteri dan jamur. Penanganan infeksi dapat dilakukan menggunakan antimikroba. Penggunaan antimikroba yang tidak tepat dapat menimbulkan resistensi sehingga pengembangan agen antimikroba perlu terus dilakukan. Lumut kosmopolitan menjadi salah satu sumber bahan alam yang berpotensi untuk dilakukan eksplorasi aktivitas antimikrobanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan memetakan potensi spesies lumut kosmopolitan sebagai agen antimikroba melalui pendekatan systematic mapping review. Prosedur penelusuran dan seleksi literatur mengacu pada PRISMA-P flow diagram dengan pencarian dilakukan melalui basis data PubMed dan SciFinder menggunakan strategi kata kunci dan operator Boolean. Dari hasil penelurusan diperoleh 630 artikel, setelah proses pengecekan duplikasi tersisa 189 artikel. Penyaringan berdasarkan abstrak dan judul menghasilkan 70 artikel. Setelah itu, dilakukan seleksi naskah penuh dengan hasil akhir 51 artikel yang memenuhi tahap inklusi untuk analisis lebih lanjut. Hasil analisis dan pemetaan menunjukkan bahwa India dan Turki menjadi negara yang paling banyak menjadi tempat sampling lumut kosmopolitan. Penelitian antimikroba lumut kosmopolitan memuncak pada tahun 2023. Selain itu penelitian antimikroba banyak dilakukan pada famili Pottiaceae. Metode antimikroba, bagian tanaman, tipe sampel, dan climate region yang paling banyak digunakan berturut-turut yakni metode microdilution dan agar diffusion, whole plant, ekstrak, continental dan temperate. Sebanyak 176 spesies lumut kosmopolitan yang tersebar dalam 86 genus dan 47 famili telah diuji aktivitas antimikrobanya. Namun, hanya 43 spesies yang menunjukkan aktivitas antimikroba potensial. Spesies Dicranum scoparium paling banyak menunjukkan aktivitas antibakteri potensial. Sementara itu, Brachythecium populeum, Brachythecium rutabulum, Entodon cf rubicundus, Mnium marginatum, Barbula javanica, Barbula arcuata, dan Sphagnum junghuhnianum menjadi spesies dengan aktivitas antijamur potensial terbanyak. Pada studi fitokimia 25 senyawa berhasil diisolasi dari lumut kosmopolitan. Namun, hanya 6 senyawa yang menunjukkan aktivitas antimikroba potensial | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama: Prof. apt. Ari Satia Nugraha, S.F., GDipSc., MSc-res., Ph.D | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11976 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Tumbuhan Lumut | |
| dc.subject | Antimikroba | |
| dc.subject | Infeksi | |
| dc.title | Eksplorasi Tumbuhan Lumut Kosmopolitan sebagai Agen Antimikroba: Systematic Mapping Review | |
| dc.type | Other |
