Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Think-Pair-Share Berbantuan Padlet terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Aljabar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang
perlu dimiliki peserta didik dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21,
khususnya dalam pembelajaran matematika. Kemampuan ini diperlukan agar
peserta didik mampu memahami permasalahan, menganalisis informasi,
mengevaluasi strategi penyelesaian, serta menarik kesimpulan secara logis dan
sistematis. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir
kritis peserta didik dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah,
khususnya pada materi aljabar. Peserta didik masih mengalami kesulitan dalam
memahami informasi pada soal, menentukan strategi penyelesaian, serta
mengevaluasi dan menyimpulkan hasil penyelesaian secara tepat. Oleh karena itu,
diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara
aktif dalam proses berpikir dan pembelajaran.
Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan
berpikir kritis peserta didik adalah Think-Pair-Share (TPS). Model ini memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir secara mandiri (think), berdiskusi
dengan pasangan (pair), dan membagikan hasil diskusi kepada kelas (share).
Dalam penelitian ini, penerapan TPS didukung oleh media digital Padlet yang
memfasilitasi peserta didik untuk menuliskan, membagikan, dan menanggapi ide
secara interaktif sehingga mendukung proses kolaborasi dan refleksi pembelajaran.
Kemampuan berpikir kritis diukur berdasarkan indikator Facione, yaitu
interpretation, analysis, evaluation, dan inference. Interpretation berkaitan dengan
kemampuan memahami informasi dalam soal, analysis dengan kemampuan
menghubungkan konsep dan menentukan strategi penyelesaian, evaluation dengan
kemampuan menilai ketepatan langkah penyelesaian, sedangkan inference dengan
kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan proses penyelesaian.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi
experiment. Jenis desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control
group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP
Negeri 12 Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random
sampling. Sampel penelitian terdiri atas kelas VII F sebagai kelas eksperimen
dengan 30 peserta didik yang diberikan perlakuan berupa model pembelajaran tipe
Think-Pair-Share (TPS) berbantuan Padlet dan kelas VII C sebagai kelas kontrol
dengan 29 peserta didik yang diberikan pembelajaran konvensional. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal tes
kemampuan berpikir kritis pada materi aljabar. Setelah data terkumpul, dilakukan
analisis statistik berupa statistik deskriptif, uji prasyarat yang meliputi uji
normalitas dan homogenitas, uji hipotesis menggunakan Independent Sample TTest, uji besar peningkatan menggunakan N-Gain, serta uji besar pengaruh
menggunakan effect size.
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, diperoleh bahwa rata-rata
kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi
dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample
T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 ≤ 0,05 sehingga 𝐻₀ ditolak
dan 𝐻₁ diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS) berbantuan Padlet terhadap
kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi aljabar. Selain itu, hasil
analisis N-Gain menunjukkan rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kritis
pada kelas eksperimen sebesar 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Hasil analisis
effect size menunjukkan nilai sebesar 0,85 yang termasuk kategori sangat besar,
sehingga model pembelajaran TPS berbantuan Padlet memberikan pengaruh yang
besar terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS) berbantuan Padlet
berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik karena memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir secara mandiri, berdiskusi, serta
berbagi ide secara aktif. Pada tahap think, peserta didik dilatih untuk memahami
dan menganalisis permasalahan secara mandiri. Pada tahap pair, peserta didik
memperoleh kesempatan untuk bertukar ide dan mendiskusikan strategi
penyelesaian dengan pasangan. Selanjutnya, pada tahap share, peserta didik
menyampaikan hasil diskusi serta memperoleh umpan balik dari peserta didik lain.
Penggunaan media Padlet juga menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif
karena peserta didik dapat menuliskan, membagikan, serta menanggapi ide secara
langsung. Dengan demikian, model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS)
berbantuan Padlet dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk
mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi aljabar.
Description
Validasi file repositori 20 Juli 2026_Firli
