Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Think-Pair-Share Berbantuan Padlet terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Aljabar
| dc.contributor.author | Annisa Wardah | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-20T08:47:37Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-15 | |
| dc.description | Validasi file repositori 20 Juli 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran matematika. Kemampuan ini diperlukan agar peserta didik mampu memahami permasalahan, menganalisis informasi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta menarik kesimpulan secara logis dan sistematis. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah, khususnya pada materi aljabar. Peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami informasi pada soal, menentukan strategi penyelesaian, serta mengevaluasi dan menyimpulkan hasil penyelesaian secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses berpikir dan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik adalah Think-Pair-Share (TPS). Model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir secara mandiri (think), berdiskusi dengan pasangan (pair), dan membagikan hasil diskusi kepada kelas (share). Dalam penelitian ini, penerapan TPS didukung oleh media digital Padlet yang memfasilitasi peserta didik untuk menuliskan, membagikan, dan menanggapi ide secara interaktif sehingga mendukung proses kolaborasi dan refleksi pembelajaran. Kemampuan berpikir kritis diukur berdasarkan indikator Facione, yaitu interpretation, analysis, evaluation, dan inference. Interpretation berkaitan dengan kemampuan memahami informasi dalam soal, analysis dengan kemampuan menghubungkan konsep dan menentukan strategi penyelesaian, evaluation dengan kemampuan menilai ketepatan langkah penyelesaian, sedangkan inference dengan kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan proses penyelesaian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment. Jenis desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 12 Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Sampel penelitian terdiri atas kelas VII F sebagai kelas eksperimen dengan 30 peserta didik yang diberikan perlakuan berupa model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS) berbantuan Padlet dan kelas VII C sebagai kelas kontrol dengan 29 peserta didik yang diberikan pembelajaran konvensional. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal tes kemampuan berpikir kritis pada materi aljabar. Setelah data terkumpul, dilakukan analisis statistik berupa statistik deskriptif, uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan homogenitas, uji hipotesis menggunakan Independent Sample TTest, uji besar peningkatan menggunakan N-Gain, serta uji besar pengaruh menggunakan effect size. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, diperoleh bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 ≤ 0,05 sehingga 𝐻₀ ditolak dan 𝐻₁ diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS) berbantuan Padlet terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi aljabar. Selain itu, hasil analisis N-Gain menunjukkan rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen sebesar 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Hasil analisis effect size menunjukkan nilai sebesar 0,85 yang termasuk kategori sangat besar, sehingga model pembelajaran TPS berbantuan Padlet memberikan pengaruh yang besar terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS) berbantuan Padlet berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik karena memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir secara mandiri, berdiskusi, serta berbagi ide secara aktif. Pada tahap think, peserta didik dilatih untuk memahami dan menganalisis permasalahan secara mandiri. Pada tahap pair, peserta didik memperoleh kesempatan untuk bertukar ide dan mendiskusikan strategi penyelesaian dengan pasangan. Selanjutnya, pada tahap share, peserta didik menyampaikan hasil diskusi serta memperoleh umpan balik dari peserta didik lain. Penggunaan media Padlet juga menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif karena peserta didik dapat menuliskan, membagikan, serta menanggapi ide secara langsung. Dengan demikian, model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS) berbantuan Padlet dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi aljabar. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama: Dhanar Dwi Hary Jatmiko, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11605 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Model Pembelajaran | |
| dc.subject | Think-Pair-Share | |
| dc.subject | Padlet | |
| dc.subject | Kemampuan Berpikir Kritis | |
| dc.subject | Materi Aljabar | |
| dc.title | Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Think-Pair-Share Berbantuan Padlet terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Aljabar | |
| dc.type | Other |
