Implementasi Range of Motion dan Spherical Grip untuk Kekuatan Otot Pasien Stroke dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik di Ruang Kenanga RSUD dr. Haryoto Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Kelemahan dan kelumpuhan menjadi gejala utama pasien stroke jika tidak
segera diatasi pasien stroke akan mengalami ketergantungan dalam menjalankan
aktivitas sehari-hari, hal ini akan mempengaruhi kualitas hidup pasien serta
menyebabkan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Intervensi yang bisa
dilakukan salah satunya adalah dengan Range of Motion (ROM) dan Spherical
Grip, teknik yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot sehingga fungsi
muskuloskeletal dan mobilitas fisik pasien meningkat. Tujuan penulisan laporan
tugas akhir ini adalah untuk membuktikan efektivitas penerapan ROM dan
Spherical Grip dapat meningkatkan kekuatan otot pasien stroke yang mengalami
gangguan mobilitas fisik di Ruang Kenanga RSUD Dr. Haryoto.
Penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan desain studi kasus.
Pengumpulan data dilakukan pada Tn. J dengan diagnosis stroke yang dirawat di
Ruang Kenanga RSUD dr. Haryoto Lumajang, mengalami seluruh kriteria mayor
masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik, bersedia menjadi partisipan dan
tidak terdapat kelainan sendi atau tulang pada bagian ekstremitas. Intervensi
keperawatan yang dilakukan adalah dukungan mobilisasi berupa pemberian latihan
ROM dan spherical grip yang dilakukan 10-15 menit, 2 kali sehari, pagi dan sore
selama 3 hari.
Hasil implementasi didapatkan tujuan tercapai, dan gangguan mobilitas
fisik menurun. Semua kriteria hasil mengalami peningkatan yaitu pergerakan
ekstremitas kanan meningkat, kekuatan otot ektremitas kanan atas meningkat dari
2 menjadi 3, ekstremitas kanan bawah dari 2 menjadi 4, rentang gerak meningkat,
gerakan terbatas menurun dan kelemahan fisik menurun.
Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa intervensi dukungan mobilisasi
berupa latihan ROM dan Spherical grip dinilai efektif dalam menurunkan gangguan
mobilitas fisik dengan meningkatkan kekuatan otot. Disarankan bagi peneliti
selanjutnya pemilihan bola menggunakan bola karet bertekstur padat dan memiliki
genggaman jari pada bola agar mendapat hasil yang lebih optimal. Disarankan bagi
perawat selalu mengevaluasi setiap dilakukan terapi agar tidak terjadi kelelahan
pada pasien. Disarankan pasien melanjutkan terapi rutin di rumah selama 2 kali
sehari secara mandiri untuk meningkatkan kekuatan otot ekstremitas.
Description
Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana
