Kajian Penggunaan Kemasan Bahan Plastik Polietilen, Paper Bag, dan Karton Duplek Terhadap Karakteristik Fisik Simplisia Temulawak

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb) merupakan salah satu tanaman keluarga Zingiberaceae yang tumbuh dan digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Kandungan utamanya meliputi pati (48–54%), kurkuminoid (1–5%), dan minyak atsiri (3–12%) yang mengandung protein, lemak, mineral (kalium, natrium, kalsium, zat besi), dan serat. Bermanfaat meningkatkan nafsu makan, antikolesterol, antiinflamasi, antianemia, antioksidan, serta antimikroba. Temulawak memiliki umur simpan yang singkat sehingga diperlukan pengolahan menjadi simplisia untuk meningkatkan umur simpan dan menjaga mutu, salah satunya yaitu dengan menyimpannya dalam kemasan yang proper. Kendala yang dialami ketika pengemasan yaitu kerapatan pengemasan dan konssistensi perlakuan pengujian pada simplisia temulawak yang dapat menurunkan mutu fisik simplisia. Hal ini dapat diatasi dengan mengemasnya dengan rapi untuk memastikan kerapatan. Selain itu terdapat kendala konsistensi perlakuan pengujian yaitu dengan mengonsep dan mengelompokkan prosedur pengujian agar tetap sesuai prosedur sehingga perubahan fisik terjadi secara alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan mutu fisik simplisia temulawak dan analisis pengaruh perbedaan kemasan dan waktu simpan terhadap mutu fisik simplisia yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua variabel jenis kemasan dan waktu penyimpanan. Kemasan yang digunakan yaitu karton duplek, paper bag kraft, dan plastik PE, sedangkan waktu penyimpanan yang digunakan yaitu 1minggu, 2 minggu, 3 minggu, dan 4 minggu. Simplisia temulawak yang diperoleh kemudian dilakukan pengukuran parameter mutu fisik meliputi kadar air, massa jeniis densitas, kadar abu, dan derajat kuning. Data mutu fisik yang telah diperoleh kemudian dilakukan analisis data dengan uji ANOVA dua arah lalu dilakukan ui lanjut Tuky. Hasil pengukuran derajat kuning 20,75 – 32,54; densitas berkisar 0,85 g/ml – 1,01 g/ml; kadar air 15,42% - 21,07%; dan kadar abu berkisar 4,16% – 5,79%. Berdasar analisis data yang telah dilakukan Jenis kemasan berpengaruh terhadap kadar air, dan massa jenis. Sedangkan waktu penyimpanan berpengaruh terhadap Kadar air, Massa jenis, Kadar abu, Kadar keputihan, dan Kadar kekuningan. Interaksi lama penyimpanan dan jenis kemasan simplisia tidak memberikan pengaruh terhadap parameter mutu fisik simplisia yang dihasilkan selain massa jenis.

Description

Finalisasi oleh Agus 15 Juli 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By