Kinerja Rantai Pasok Keripik Singkong Cutella Presto di UD Bima Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Singkong merupakan salah satu komoditas tanaman pangan penting di
Indonesia yang berperan sebagai sumber alternatif karbohidrat non-beras. Selain
mudah dibudidayakan, singkong juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan
menjadi berbagai produk pangan olahan dengan nilai ekonomi tinggi, salah satunya
adalah keripik singkong. Namun, dalam pengembangannya, agroindustri kecil
menengah (IKM) keripik singkong sering kali menghadapi tantangan dalam
pengelolaan rantai pasok, seperti yang terjadi pada UD Bima. UD Bima merupakan
industri kecil menengah yang memproduksi keripik singkong bermerek Cutella
Presto dan berlokasi di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten
Jember. UD Bima telah berdiri sejak tahun 2015, namun sempat berhenti beroperasi
selama satu tahun pada 2018 akibat kegagalan produksi yang disebabkan oleh kadar
air bahan baku singkong yang terlalu tinggi dan keamanan kemasan yang kurang
optimal, yang menyebabkan produk tidak layak jual dan banyak yang
dikembalikan. Pada tahun 2019, UD Bima kembali aktif memproduksi dan
berlanjut hingga saat ini. Meskipun kegiatan operasional telah berjalan, UD Bima
masih menghadapi beberapa kendala, seperti belum adanya pencatatan yang
sistematis, ketergantungan pada satu pemasok bahan baku, hingga kendala
pengiriman seperti keterlambatan dan produk rusak, sehingga diperlukan evaluasi
terhadap efektivitas manajemen dan kinerja rantai pasoknya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen aliran rantai pasok
serta mengukur kinerja rantai pasok berdasarkan model SCOR (Supply Chain
Operation Reference). Pemilihan UD Bima sebagai lokasi penelitian dilakukan
secara purposive method karena agroindustri ini aktif berproduksi, memiliki
jaringan distribusi yang luas, dan menghadapi beberapa permasalahan yang relevan
untuk dikaji dalam konteks manajemen rantai pasok. Metode penelitian yang
digunakan yaitu deskriptif analitik. Data yang digunakan ialah data primer yangdidapatkan melalui wawancara dan observasi, serta studi dokumentasi. Penentuan
responden dilakukan secara snowball sampling dan purposive sampling yang
mencakup seluruh pelaku dalam rantai pasok. Analisis data untuk manajemen aliran
rantai pasok mencakup tiga aliran utama, yaitu aliran produk, aliran informasi, dan
aliran finansial. Analisis data untuk pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan
model pendekatan SCOR dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang
kemudian dilakukan normalisasi menggunakan Snorm de Boer dan
dikategorisasikan menggunakan Traffic Light Sytem (TLS).
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Manajemen
aliran rantai pasok keripik singkong Cutella Presto terdiri atas empat saluran
pendistribusian. Aliran produk dimulai dari petani singkong → petani pengumpul
→ UD Bima → reseller dan retailer → konsumen akhir. Rata-rata kebutuhan bahan
baku mencapai 1.400 kg singkong per minggu dan bahan baku diperoleh secara
langsung dari petani pengumpul dengan harga beli Rp2.500 per kg. Produk keripik
singkong dipasarkan dalam ukuran kemasan 250 gr dan 500 gr dengan harga jual
bervariasi tergantung mitra, yaitu antara Rp15.000–Rp20.000 per bungkus. Aliran
informasi berlangsung dua arah dan masih bersifat sederhana, disampaikan melalui
percakapan langsung maupun aplikasi WhatsApp, serta dikelola langsung oleh
pemilik usaha. Sementara itu, aliran finansial mengalir dari konsumen ke UD Bima
secara tunai maupun transfer, dan dari UD Bima ke pemasok bahan baku.
Pembayaran dengan sistem konsinyasi diterapkan pada beberapa mitra seperti
minimarket dan toko oleh-oleh, namun tidak menimbulkan gangguan berarti
terhadap arus kas perusahaan. (2) Hasil pengukuran kinerja bahwa nilai total kinerja
rantai pasok UD Bima sebesar 77,63 yang tergolong dalam kategori baik. Namun
demikian, terdapat tujuh indikator kinerja (KPI) yang berwarna merah, sepuluh KPI
berwarna kuning, dan sepuluh KPI berwarna hijau. Secara keseluruhan, diharapkan
UD Bima dapat meningkatkan pencatatan keuangan dan produksi secara
terstruktur, menambah tenaga kerja, memanfaatkan teknologi sederhana untuk
komunikasi dan manajemen data, serta melakukan evaluasi berkala terhadap
indikator kinerja rantai pasok untuk mendukung peningkatan kinerja rantai
pasoknya.
Description
Reupload file repository 3 Februari 2026_Arif/Halima
