Kinerja Rantai Pasok Keripik Singkong Cutella Presto di UD Bima Jember

dc.contributor.authorSiti Nuraini
dc.date.accessioned2026-02-03T01:59:42Z
dc.date.issued2025-07-04
dc.descriptionReupload file repository 3 Februari 2026_Arif/Halima
dc.description.abstractSingkong merupakan salah satu komoditas tanaman pangan penting di Indonesia yang berperan sebagai sumber alternatif karbohidrat non-beras. Selain mudah dibudidayakan, singkong juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan olahan dengan nilai ekonomi tinggi, salah satunya adalah keripik singkong. Namun, dalam pengembangannya, agroindustri kecil menengah (IKM) keripik singkong sering kali menghadapi tantangan dalam pengelolaan rantai pasok, seperti yang terjadi pada UD Bima. UD Bima merupakan industri kecil menengah yang memproduksi keripik singkong bermerek Cutella Presto dan berlokasi di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. UD Bima telah berdiri sejak tahun 2015, namun sempat berhenti beroperasi selama satu tahun pada 2018 akibat kegagalan produksi yang disebabkan oleh kadar air bahan baku singkong yang terlalu tinggi dan keamanan kemasan yang kurang optimal, yang menyebabkan produk tidak layak jual dan banyak yang dikembalikan. Pada tahun 2019, UD Bima kembali aktif memproduksi dan berlanjut hingga saat ini. Meskipun kegiatan operasional telah berjalan, UD Bima masih menghadapi beberapa kendala, seperti belum adanya pencatatan yang sistematis, ketergantungan pada satu pemasok bahan baku, hingga kendala pengiriman seperti keterlambatan dan produk rusak, sehingga diperlukan evaluasi terhadap efektivitas manajemen dan kinerja rantai pasoknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen aliran rantai pasok serta mengukur kinerja rantai pasok berdasarkan model SCOR (Supply Chain Operation Reference). Pemilihan UD Bima sebagai lokasi penelitian dilakukan secara purposive method karena agroindustri ini aktif berproduksi, memiliki jaringan distribusi yang luas, dan menghadapi beberapa permasalahan yang relevan untuk dikaji dalam konteks manajemen rantai pasok. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik. Data yang digunakan ialah data primer yangdidapatkan melalui wawancara dan observasi, serta studi dokumentasi. Penentuan responden dilakukan secara snowball sampling dan purposive sampling yang mencakup seluruh pelaku dalam rantai pasok. Analisis data untuk manajemen aliran rantai pasok mencakup tiga aliran utama, yaitu aliran produk, aliran informasi, dan aliran finansial. Analisis data untuk pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan model pendekatan SCOR dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang kemudian dilakukan normalisasi menggunakan Snorm de Boer dan dikategorisasikan menggunakan Traffic Light Sytem (TLS). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Manajemen aliran rantai pasok keripik singkong Cutella Presto terdiri atas empat saluran pendistribusian. Aliran produk dimulai dari petani singkong → petani pengumpul → UD Bima → reseller dan retailer → konsumen akhir. Rata-rata kebutuhan bahan baku mencapai 1.400 kg singkong per minggu dan bahan baku diperoleh secara langsung dari petani pengumpul dengan harga beli Rp2.500 per kg. Produk keripik singkong dipasarkan dalam ukuran kemasan 250 gr dan 500 gr dengan harga jual bervariasi tergantung mitra, yaitu antara Rp15.000–Rp20.000 per bungkus. Aliran informasi berlangsung dua arah dan masih bersifat sederhana, disampaikan melalui percakapan langsung maupun aplikasi WhatsApp, serta dikelola langsung oleh pemilik usaha. Sementara itu, aliran finansial mengalir dari konsumen ke UD Bima secara tunai maupun transfer, dan dari UD Bima ke pemasok bahan baku. Pembayaran dengan sistem konsinyasi diterapkan pada beberapa mitra seperti minimarket dan toko oleh-oleh, namun tidak menimbulkan gangguan berarti terhadap arus kas perusahaan. (2) Hasil pengukuran kinerja bahwa nilai total kinerja rantai pasok UD Bima sebesar 77,63 yang tergolong dalam kategori baik. Namun demikian, terdapat tujuh indikator kinerja (KPI) yang berwarna merah, sepuluh KPI berwarna kuning, dan sepuluh KPI berwarna hijau. Secara keseluruhan, diharapkan UD Bima dapat meningkatkan pencatatan keuangan dan produksi secara terstruktur, menambah tenaga kerja, memanfaatkan teknologi sederhana untuk komunikasi dan manajemen data, serta melakukan evaluasi berkala terhadap indikator kinerja rantai pasok untuk mendukung peningkatan kinerja rantai pasoknya.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Ati Kusmiati, S.P., M.P
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1116
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectRantai Pasok Keripik Singkong
dc.subjectCutella Presto
dc.titleKinerja Rantai Pasok Keripik Singkong Cutella Presto di UD Bima Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SITI NURAINI - 211510601055.pdf
Size:
1.23 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: