Implementasi Terapi Relaksasi Otot Progresif pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Keletihan di RSUD dr. Haryoto Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
ABSTRAK
Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang ditandai
oleh penurunan fungsi ginjal secara permanen dan sering disertai komplikasi
Digital Repository Universitas Jember III
anemia yang berkontribusi terhadap munculnya masalah keperawatan keletihan.
Salah satu intervensi nonfarmakologis menurut SIKI yang dapat diterapkan untuk
membantu menurunkan kondisi keletihan yaitu terapi relaksasi (1.09326).
Sedangkan terapi relaksasi dalam penelitian ini menggunakan terapi relaksasi otot
progresif (ROP) yang dimana terapi ini melibatkan gerakan penegangan dan
peregangan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi
relaksasi otot progresif pada partisipan GGK dengan masalah keperawatan
keletihan di RSUD dr. Haryoto Lumajang.
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan yang
memenuhi kriteria inklusi penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Tingkat
keletihan dievaluasi menggunakan Functional Assessment of Chronic Illness
Therapy-Fatigue (FACIT-F) dan indikator Standar Luaran Keperawatan Indonesia
(SLKI) tingkat Keletihan (L.05046). Implementasi terapi relaksasi otot progresif
dilakukan selama 7 hari dengan durasi 15–20 menit setiap sesi dengan 15 gerakan.
Hasil studi menunjukkan bahwa sebelum intervensi, partisipan mengalami
keletihan ditandai dengan keluhan energi tidak pulih walaupun telah tidur, kurang
tenaga, mudah lelah, tampak lesu, serta ketidakmampuan mempertahankan
aktivitas rutin, dengan skor FACIT-F sebesar 20 (fatigue/keletihan sedang). Setelah
implementasi terapi relaksasi otot progresif selama 7 hari, terjadi peningkatan
bertahap pada indikator tingkat keletihan berdasarkan SLKI yang meliputi
verbalisasi pemulihan energi, tenaga, kemampuan melakukan aktivitas rutin, serta
penurunan keluhan lelah dan lesu. Sedangkan pada skor FACIT-F menunjukkan
peningkatan menjadi 42 (non-fatigue/tidak keletihan).
Kesimpulan penelitian ini menujukkan bahwa terapi relaksasi otot progresif
mampu membantu menurunkan tingkat keletihan pada pasien GGK. Perawat
diharapkan dapat mengimplementasikan terapi relaksasi otot progresif sebagai
bagian dari intervensi keperawatan dalam mengatasi masalah keletihan pada
partisipan GGK.
Description
Finalisasi Maya_13 Juli 2026
