Implementasi Terapi Relaksasi Otot Progresif pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Keletihan di RSUD dr. Haryoto Lumajang

dc.contributor.authorSiti Nur Aisyah
dc.date.accessioned2026-07-13T04:10:02Z
dc.date.issued2026-05-25
dc.descriptionFinalisasi Maya_13 Juli 2026
dc.description.abstractABSTRAK Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang ditandai oleh penurunan fungsi ginjal secara permanen dan sering disertai komplikasi Digital Repository Universitas Jember III anemia yang berkontribusi terhadap munculnya masalah keperawatan keletihan. Salah satu intervensi nonfarmakologis menurut SIKI yang dapat diterapkan untuk membantu menurunkan kondisi keletihan yaitu terapi relaksasi (1.09326). Sedangkan terapi relaksasi dalam penelitian ini menggunakan terapi relaksasi otot progresif (ROP) yang dimana terapi ini melibatkan gerakan penegangan dan peregangan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi relaksasi otot progresif pada partisipan GGK dengan masalah keperawatan keletihan di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Tingkat keletihan dievaluasi menggunakan Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F) dan indikator Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) tingkat Keletihan (L.05046). Implementasi terapi relaksasi otot progresif dilakukan selama 7 hari dengan durasi 15–20 menit setiap sesi dengan 15 gerakan. Hasil studi menunjukkan bahwa sebelum intervensi, partisipan mengalami keletihan ditandai dengan keluhan energi tidak pulih walaupun telah tidur, kurang tenaga, mudah lelah, tampak lesu, serta ketidakmampuan mempertahankan aktivitas rutin, dengan skor FACIT-F sebesar 20 (fatigue/keletihan sedang). Setelah implementasi terapi relaksasi otot progresif selama 7 hari, terjadi peningkatan bertahap pada indikator tingkat keletihan berdasarkan SLKI yang meliputi verbalisasi pemulihan energi, tenaga, kemampuan melakukan aktivitas rutin, serta penurunan keluhan lelah dan lesu. Sedangkan pada skor FACIT-F menunjukkan peningkatan menjadi 42 (non-fatigue/tidak keletihan). Kesimpulan penelitian ini menujukkan bahwa terapi relaksasi otot progresif mampu membantu menurunkan tingkat keletihan pada pasien GGK. Perawat diharapkan dapat mengimplementasikan terapi relaksasi otot progresif sebagai bagian dari intervensi keperawatan dalam mengatasi masalah keletihan pada partisipan GGK.
dc.description.sponsorshipDPU : Rizeki Dwi Fibriansari, S.Kep., Ners., M.Kep. DPA : Primasari Mahardhika Rahmawati, S.Kep., Ners., M.Kep.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11096
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectFACIT-F
dc.subjectGagal Ginjal Kronik
dc.subjectKeletihan
dc.subjectTerapi Relaksasi Otot Progresif.
dc.titleImplementasi Terapi Relaksasi Otot Progresif pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Keletihan di RSUD dr. Haryoto Lumajang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
LTA SITI NUR AISYAH (1).pdf
Size:
4.61 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description:

Collections