Skrining Kadar Gula Darah Puasa (GDP) dan Gula Darah 2 Jam Postprandial (GD2PP) pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Prediabetes adalah tanda awal sebelum terjadinya diabetes melitus tipe 2.
Intervensi yang tepat pada kondisi ini dapat mencegah atau menunda
perkembangan menjadi diabetes. Prevalensi pradiabetes pada usia muda meningkat
pesat dalam dua dekade terakhir. Kontrol kadar gula darah sangat berkaitan erat
dengan prediabetes, sebab prediabetes dapat diidentifikasi melalui parameter
pengukuran kadar gula darah. Salah satu tindakan preventif atau pencegahan yang
dapat dilakukan yakni dengan melakukan skrining serta deteksi dini faktor risiko
prediabetes dan diabetes melitus. Salah satu indikator atau parameter untuk
mendeteksi prediabetes dan diabetes melitus yakni dengan pengukuran kadar gula
darah. Pengukuran kadar Gula Darah Puasa (GDP) dapat menunjukkan resistensi
insulin lebih awal, bahkan sebelum seseorang mengalami gejala diabetes. Test
Toleransi Glukosa Oral (TTGO) merupakah skrining lanjutan ketika hasil
pengukuran kadar Gula Darah Puasa (GDP) berada pada rentan prediabetes untuk
memastikan kondisi metabolik lebih akurat. Pada tes ini nantinya akan dilakukan
perbandingan antara kadar Gula Darah Puasa (GDP) dan gula darah 2 jam
postprandial. Tes gula darah 2 jam postprandial dilakukan untuk menguji reaksi
metabolik terhadap pemberian makanan yang mengandung karbohidrat dalam
kurun waktu 2 jam setelah makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kadar Gula Darah Puasa (GDP) dan Gula Darah 2 Jam Postprandial (GD2PP) pada
mahasiswa Keperawatan Universitas Jember guna mengetahui potensi risiko
prediabetes.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan
cross-sectional. Sampel terdiri dari 226 mahasiswa yang dipilih menggunakan
teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara dan pemeriksaan kadar Gula Darah Puasa (GDP) dan Gula
Darah 2 Jam Postprandial (GD2PP) menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa
Oral (TTGO). Data dikumpulkan menggunakan pengukuran langsung
menggunakan alat glukometer setelah puasa dan dua jam setelah konsumsi glukosa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62 (27,4%) mahasiswa memiliki GDP
kategori prediabetes dan 50 (22,1%) memiliki GD2PP kategori prediabetes. Satu
responden mengalami hipoglikemia dan tidak ditemukan kasus diabetes. Faktor
risiko seperti IMT tinggi, aktivitas fisik rendah, dan riwayat keluarga dengan DM
ditemukan pada sebagian responden. Pentingnya skrining kadar gula darah secara
rutin bagi mahasiswa untuk pencegahan dini terhadap diabetes melitus tipe 2 dan
mendorong penerapan gaya hidup sehat di lingkungan kampus.
Description
upload by Teddy_3/2/2026
