Implementasi Afirmasi Positif untuk Mengatasi Gangguan Citra Tubuh pada Pasien Diabetic Foot Ulcer di RSUD dr. Haryoto Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan
berbagai komplikasi, salah satunya Diabetic Foot Ulcer (DFU). Kondisi DFU yang
tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan amputasi dan menimbulkan
perubahan fisik yang berdampak pada gangguan citra tubuh pasien. Gangguan citra
tubuh ditandai dengan perasaan malu, sedih, kurang percaya diri, menarik diri dari
lingkungan sosial, serta kesulitan menerima perubahan bentuk tubuh. Kondisi
tersebut dapat memengaruhi psikologis pasien dan menghambat proses adaptasi
terhadap perubahan fisik yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan
citra tubuh pasca amputasi akibat Diabetic Foot Ulcer melalui penerapan intervensi
promosi citra tubuh yang dikembangkan melalui implementasi afirmasi positif.
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien perempuan
yang mengalami gangguan citra tubuh akibat diabetic foot ulcer di ruang asoka
RSUD dr.Haryoto Lumajang.Partisipan dipilih berdasarkan kriteria diagnosis
gangguan citra tubuh yang menunjukan minimal 80% tanda dan gejala mayor sesuai
dengan SDKI,kooperatif serta bersedia menjadi partisipan penelitian.Pengkajian
pada Ny. A menunjukan adanya masalah gangguan citra tubuh pasca amputasi 3 jari
kaki kanan akibat DFU,pengungkapan terhadap kehilangan bagian tubuh.
Intervensi dilakukan selama 5 hari dengan mengidentifikasi harapan citra tubuh,
mendiskusikan perubahan tubuh dan fungsinya, memberikan afirmasi positif,
memonitor respons emosional pasien, serta melibatkan keluarga dalam memberikan
dukungan emosional selama proses perawatan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penerimaan diri pasien
terhadap perubahan tubuh, meningkatnya kepercayaan diri, berkurangnya perasaan
malu dan menarik diri, serta meningkatnya kemampuan pasien dalam berinteraksi
dengan keluarga maupun perawat. Pasien juga mulai mampu mengungkapkan
afirmasi positif terhadap dirinya dan menunjukkan adaptasi yang lebih baik
terhadap kondisi fisiknya serta dukungan keluarga yang konsisten turut membantu
proses penerimaan diri pasien.
Description
Finalisasi Maya_09 Juli 2026
