Implementasi Afirmasi Positif untuk Mengatasi Gangguan Citra Tubuh pada Pasien Diabetic Foot Ulcer di RSUD dr. Haryoto Lumajang
| dc.contributor.author | Dina Masyailiyah | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T12:03:40Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-02 | |
| dc.description | Finalisasi Maya_09 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya Diabetic Foot Ulcer (DFU). Kondisi DFU yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan amputasi dan menimbulkan perubahan fisik yang berdampak pada gangguan citra tubuh pasien. Gangguan citra tubuh ditandai dengan perasaan malu, sedih, kurang percaya diri, menarik diri dari lingkungan sosial, serta kesulitan menerima perubahan bentuk tubuh. Kondisi tersebut dapat memengaruhi psikologis pasien dan menghambat proses adaptasi terhadap perubahan fisik yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan citra tubuh pasca amputasi akibat Diabetic Foot Ulcer melalui penerapan intervensi promosi citra tubuh yang dikembangkan melalui implementasi afirmasi positif. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien perempuan yang mengalami gangguan citra tubuh akibat diabetic foot ulcer di ruang asoka RSUD dr.Haryoto Lumajang.Partisipan dipilih berdasarkan kriteria diagnosis gangguan citra tubuh yang menunjukan minimal 80% tanda dan gejala mayor sesuai dengan SDKI,kooperatif serta bersedia menjadi partisipan penelitian.Pengkajian pada Ny. A menunjukan adanya masalah gangguan citra tubuh pasca amputasi 3 jari kaki kanan akibat DFU,pengungkapan terhadap kehilangan bagian tubuh. Intervensi dilakukan selama 5 hari dengan mengidentifikasi harapan citra tubuh, mendiskusikan perubahan tubuh dan fungsinya, memberikan afirmasi positif, memonitor respons emosional pasien, serta melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional selama proses perawatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penerimaan diri pasien terhadap perubahan tubuh, meningkatnya kepercayaan diri, berkurangnya perasaan malu dan menarik diri, serta meningkatnya kemampuan pasien dalam berinteraksi dengan keluarga maupun perawat. Pasien juga mulai mampu mengungkapkan afirmasi positif terhadap dirinya dan menunjukkan adaptasi yang lebih baik terhadap kondisi fisiknya serta dukungan keluarga yang konsisten turut membantu proses penerimaan diri pasien. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Ns. Zainal Abidin, S.Pd., S.Kep., M.Kes. DPA : Musviro, S.Kep. Ners., M.Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10941 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Afirmasi Positif | |
| dc.subject | Diabetic Foot Ulcer | |
| dc.subject | Gangguan Citra Tubuh | |
| dc.title | Implementasi Afirmasi Positif untuk Mengatasi Gangguan Citra Tubuh pada Pasien Diabetic Foot Ulcer di RSUD dr. Haryoto Lumajang | |
| dc.type | Other |
