Implementasi Active Range of Motion pada Pasien Congestive Heart Failure dengan Intoleransi Aktivitas di Ruang Kenanga RSUD dr. Haryoto Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Congestive Heart Failure (CHF) merupakan ketidakmampuan jantung
memompa darah secara efektif sehingga kebutuhan oksigen jaringan tidak
terpenuhi secara optimal. Kondisi ini menyebabkan pasien mudah lelah, sesak
napas saat aktivitas, serta mengalami masalah keperawatan intoleransi aktivitas.
Salah satu intervensi yang dapat diberikan yaitu Active Range of Motion (AROM),
untuk meningkatkan sirkulasi dan kemampuan fungsional pasien. Penelitian ini
bertujuan mengeksplorasi implementasi AROM pada pasien CHF dengan
intoleransi aktivitas di Ruang Kenanga RSUD dr. Haryoto Lumajang.
Laporan tugas akhir ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan
penelitian ini adalah Tn. R yang di rawat di Ruang Kenanga RSUD dr. Haryoto
Lumajang dengan Acute Decompensated Heart Failure (ADHF), mengalami
masalah keperawatan intoleransi aktivitas, kesadaran composmentis, kooperatif,
tidak mengalami gangguan muskuloskeletal, tidak mengalami komplikasi akut,
kondisi hemodinamik stabil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tn R mengalami 100% kriteria mayor
intoleransi aktivitas, yaitu mengeluh lelah dan frekuensi jantung menigkat >20%
dari kondisi istirahat. Intervensi yang diberikan yaitu AROM selama 4 hari dengan
frekuensi 2 kali sehari setelah terapi farmakologi. Setelah implementasi, toleransi
aktivitas meningkat ditandai dengan pasien tidak lagi merasa lelah dan sesak
saat/setelah aktivitas ringan serta tidak adanya peningkatan frekuensi nadi >20%
setelah aktivitas, frekuensi nadi membaik 84 x/menit, tekanan darah membaik
119/70 mmHg, frekuensi napas membaik 26 x/menit, saturasi oksigen membaik
98%, serta jarak berjalan pasien meningkat > 5 langkah.
Berdasarkan hasil studi kasus ini, implementasi AROM cukup efektif
meningkatkan toleransi aktivitas pada pasien CHF/ADHF. Intervensi ini dapat
dijadikan salah satu tindakan mandiri perawat dalam membantu meningkatkan
kemampuan aktivitas pasien gagal jantung. Penulis selanjutnya disarankan
melakukan kombinasi AROM dengan latihan pernapasan.
