DAMPAK ANAK PUTUS SEKOLAH PADA KEBERFUNGSIAN SOSIAL DI DESA BABAN BARAT KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Dampak Anak Putus Sekolah Pada Keberfungsian Sosial di Desa Baban Barat
Kecamatan Silo Kabupaten Jember; Musharrofah, 190910301130; 46 Halaman;
Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Jember.
Fenomena anak putus sekolah di Desa Baban Barat, Kecamatan Silo,
Kabupaten Jember, masih menjadi persoalan sosial yang kompleks. Faktor ekonomi
keluarga yang terbatas, aksesibilitas pendidikan yang sulit, serta pola pikir
masyarakat yang lebih mengutamakan bekerja daripada sekolah menjadi penyebab
utama. Sebagian besar warga bekerja sebagai petani dan buruh dengan penghasilan
tidak tetap, sehingga biaya pendidikan sulit dipenuhi. Kondisi geografis yang
berbukit dan minimnya sarana transportasi turut memperburuk keadaan. Akibatnya,
anak-anak yang putus sekolah mengalami penurunan dalam keberfungsian sosial,
seperti kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, berkurangnya peran sosial di keluarga
dan masyarakat, serta munculnya tekanan psikososial akibat stigma lingkungan.
Oleh sebab itu, menjadi penting untuk diteliti berdasarkan sudut pandang Ilmu
Kesejahteraan Sosial. Sebagaimana terangkum dalam tujuan penelitian, yakni
untuk mengetahui dan memahami bagaimana kondisi anak putus sekolah serta
dampaknya terhadap keberfungsian sosial mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya angka anak putus sekolah di
wilayah pedesaan yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, keterbatasan akses
pendidikan, serta pandangan masyarakat yang masih memprioritaskan pekerjaan
dibandingkan pendidikan formal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik
pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Informan penelitian terdiri dari empat anak-anak yang mengalami putus sekolah
sebagai informan utama, serta orang tua, tokoh masyarakat, dan tetangga sebagai
informan tambahan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan
Huberman dalam Sugiyono (2016), yang meliputi tiga tahapan utama, yaitu reduksi
data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab anak putus sekolah di Desa
Baban Barat meliputi faktor ekonomi, di mana sebagian besar keluarga
berpenghasilan rendah dan tidak memiliki kemampuan untuk membiayai
pendidikan anak secara berkelanjutan. Selain itu, kondisi geografis yang berbukit
dan terbatasnya sarana transportasi memperburuk akses anak menuju sekolah. Pola
pikir masyarakat yang menganggap bekerja lebih penting daripada bersekolah serta
rendahnya motivasi belajar pada anak turut memperkuat fenomena putus sekolah di
wilayah ini.
Pada aspek keberfungsian sosial, anak-anak yang putus sekolah mengalami
penurunan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar karena ketergantungan
pada orang tua atau pekerjaan serabutan. Peran sosial anak bergeser dari pelajar
menjadi tenaga kerja keluarga, sehingga tanggung jawab ekonomi meningkat
sementara kesempatan berkembang menurun. Partisipasi sosial mereka juga
melemah, ditandai dengan minimnya interaksi sosial, rasa minder, dan menarik diri
dari lingkungan akibat stigma masyarakat. Tekanan psikososial ini mempersempit
ruang adaptasi anak dalam menjalankan fungsi sosial secara optimal.
Meskipun beberapa anak masih mencoba berfungsi melalui aktivitas
sederhana seperti membantu keluarga atau tetap berhubungan dengan teman
sebaya, keberfungsian sosial mereka secara umum berada pada tingkat minimal.
Harapan terhadap masa depan lebih banyak berorientasi pada pekerjaan dibanding
pendidikan, mencerminkan terbatasnya kapasitas mereka untuk mencapai
keberfungsian sosial yang lebih luas. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi putus
sekolah berdampak langsung pada menurunnya pemenuhan kebutuhan dasar, peran
sosial, serta kemampuan anak dalam menghadapi tekanan hidup sebagaimana
dirumuskan oleh Suharto (2014). Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya
peran keluarga, masyarakat, dan lembaga sosial dalam menciptakan intervensi yang
mendukung peningkatan keberfungsian sosial anak putus sekolah di wilayah
pedesaan.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 02 Juli 2026_Kholif Basri
