DAMPAK ANAK PUTUS SEKOLAH PADA KEBERFUNGSIAN SOSIAL DI DESA BABAN BARAT KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER
| dc.contributor.author | Musharrofa | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-02T01:02:33Z | |
| dc.date.issued | 2025-12-07 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Repositori File 02 Juli 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Dampak Anak Putus Sekolah Pada Keberfungsian Sosial di Desa Baban Barat Kecamatan Silo Kabupaten Jember; Musharrofah, 190910301130; 46 Halaman; Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember. Fenomena anak putus sekolah di Desa Baban Barat, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, masih menjadi persoalan sosial yang kompleks. Faktor ekonomi keluarga yang terbatas, aksesibilitas pendidikan yang sulit, serta pola pikir masyarakat yang lebih mengutamakan bekerja daripada sekolah menjadi penyebab utama. Sebagian besar warga bekerja sebagai petani dan buruh dengan penghasilan tidak tetap, sehingga biaya pendidikan sulit dipenuhi. Kondisi geografis yang berbukit dan minimnya sarana transportasi turut memperburuk keadaan. Akibatnya, anak-anak yang putus sekolah mengalami penurunan dalam keberfungsian sosial, seperti kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, berkurangnya peran sosial di keluarga dan masyarakat, serta munculnya tekanan psikososial akibat stigma lingkungan. Oleh sebab itu, menjadi penting untuk diteliti berdasarkan sudut pandang Ilmu Kesejahteraan Sosial. Sebagaimana terangkum dalam tujuan penelitian, yakni untuk mengetahui dan memahami bagaimana kondisi anak putus sekolah serta dampaknya terhadap keberfungsian sosial mereka dalam kehidupan sehari-hari. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya angka anak putus sekolah di wilayah pedesaan yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, serta pandangan masyarakat yang masih memprioritaskan pekerjaan dibandingkan pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari empat anak-anak yang mengalami putus sekolah sebagai informan utama, serta orang tua, tokoh masyarakat, dan tetangga sebagai informan tambahan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2016), yang meliputi tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab anak putus sekolah di Desa Baban Barat meliputi faktor ekonomi, di mana sebagian besar keluarga berpenghasilan rendah dan tidak memiliki kemampuan untuk membiayai pendidikan anak secara berkelanjutan. Selain itu, kondisi geografis yang berbukit dan terbatasnya sarana transportasi memperburuk akses anak menuju sekolah. Pola pikir masyarakat yang menganggap bekerja lebih penting daripada bersekolah serta rendahnya motivasi belajar pada anak turut memperkuat fenomena putus sekolah di wilayah ini. Pada aspek keberfungsian sosial, anak-anak yang putus sekolah mengalami penurunan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar karena ketergantungan pada orang tua atau pekerjaan serabutan. Peran sosial anak bergeser dari pelajar menjadi tenaga kerja keluarga, sehingga tanggung jawab ekonomi meningkat sementara kesempatan berkembang menurun. Partisipasi sosial mereka juga melemah, ditandai dengan minimnya interaksi sosial, rasa minder, dan menarik diri dari lingkungan akibat stigma masyarakat. Tekanan psikososial ini mempersempit ruang adaptasi anak dalam menjalankan fungsi sosial secara optimal. Meskipun beberapa anak masih mencoba berfungsi melalui aktivitas sederhana seperti membantu keluarga atau tetap berhubungan dengan teman sebaya, keberfungsian sosial mereka secara umum berada pada tingkat minimal. Harapan terhadap masa depan lebih banyak berorientasi pada pekerjaan dibanding pendidikan, mencerminkan terbatasnya kapasitas mereka untuk mencapai keberfungsian sosial yang lebih luas. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi putus sekolah berdampak langsung pada menurunnya pemenuhan kebutuhan dasar, peran sosial, serta kemampuan anak dalam menghadapi tekanan hidup sebagaimana dirumuskan oleh Suharto (2014). Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan lembaga sosial dalam menciptakan intervensi yang mendukung peningkatan keberfungsian sosial anak putus sekolah di wilayah pedesaan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr Mahfudz Sidiq, M.M. DPA: Akhmad Munif Mubarok, S.Sos., M.Si. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10404 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | Anak Putus Sekolah | |
| dc.subject | Keberfungsian Sosial | |
| dc.title | DAMPAK ANAK PUTUS SEKOLAH PADA KEBERFUNGSIAN SOSIAL DI DESA BABAN BARAT KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER | |
| dc.type | Other |
