Show simple item record

dc.contributor.advisorNURHAYATI
dc.contributor.advisorFAUZI, Mukhammad
dc.contributor.authorWULANDARI, Desi
dc.date.accessioned2021-04-01T02:40:33Z
dc.date.available2021-04-01T02:40:33Z
dc.date.issued2020-09-03
dc.identifier.nim151710101055
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/103799
dc.description.abstractJajanan yang digoreng (gorengan) sangat digemari oleh semua kalangan, hal ini karena gorengan tergolong murah, mudah didapat, serta mempunyai cita rasa enak yang sesuai dengan selera kebanyakan masyarakat. Di sisi lain, terlalu sering mengonsumsi gorengan dapat menyebabkan efek negatif bagi tubuh seperti meningkatkan kadar kolestrol darah, menyebabkan terjadinya peningkatan resiko terkena stroke dan penyakit jantung, serta dapat menghasilkan zat pemicu kanker (karsinogenik). Salah satu jenis gorengan dikonsumsi di daerah sekitar kampus Universitas Jember yaitu cimol. Penggunaan minyak goreng secara berulang dengan suhu tinggi (160-200°C) pada produk cimol dapat memicu adanya pembentukan senyawa kimia seperti akrilamida, peningkatan asam lemak bebas, dan peningkatan angka peroksida pada produk tersebut.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherFakultas Teknologi Pertanian Universitasen_US
dc.subjectOrganoleptik Cimol dan Kandungan Peroksidaen_US
dc.titleKandungan Akrilamida, Sifat Organoleptik Cimol Dan Kandungan Peroksida Serta Asam Lemak Bebas Pada Minyak Bekas Penggorengan Cimol Sekitar Kampus Jurusan Fakultas Teknologi Pertanian I Kandungan Akrilamida, Sifat Organoleptik Cimol Dan Kandungan Peroksida Serta Asam Lemak Bebas Pada Minyak Bekas Penggorengan Sekitar Kampus Universitas Jemberen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.prodiTeknologi Hasil Pertanian
dc.identifier.kodeprodi1710101


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record