Analisis Perbedaan Kinerja Bank Representasi Wholesaler dan Bank Non-Wholesaler Rupiah Digital
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja bank antara
kelompok bank representasi wholesaler dan non-wholesaler dalam pilot project
Rupiah Digital. Perkembangan digitalisasi keuangan mendorong Bank Indonesia
untuk menghadirkan Rupiah Digital sebagai Central Bank Digital Currency
(CBDC) yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas
inklusi keuangan, serta memperkuat stabilitas moneter. Namun, implementasi
inovasi ini juga menimbulkan potensi dampak terhadap kinerja perbankan,
khususnya pada aspek likuiditas, struktur pendanaan, perkembangan fintech dan
efisiensi transaksi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder
yang diperoleh dari laporan tahunan bank periode 2023-2024. Variabel yang
dianalisis meliputi liquidity coverage ratio (LCR), current account and saving
account (CASA), perkembangan fintech yang diukur melalui jumlah pengguna
mobile banking, serta efisiensi transaksi yang diukur melalui volume transaksi
mobile banking. Metode analisis yang digunakan adalah uji Mann-Whitney untuk
menguji perbedaan antara kelompok bank representasi wholesaler dan nonwholesaler .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada
variabel CASA dan perkembangan fintech antara kedua kelompok bank. Bank
representasi wholesaler cenderung memiliki proporsi dana murah yang lebih besar
serta tingkat adopsi digital yang lebih tinggi. Sementara itu, tidak ditemukan
perbedaan signifikan pada variabel LCR dan efisiensi transaksi, yang menunjukkan
bahwa kedua kelompok bank memiliki kinerja yang relatif serupa dalam hal
aktivitas transaksi digital dan ketahanan likuiditas jangka pendek.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi dalam pilot project
Rupiah Digital berkaitan dengan perbedaan pada aspek stuktur pendanaan dan
kesiapan digital, namun belum berdampak signifikan terhadap kondisi likuiditas
dan efisiensi transaksi. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi digital telah
diadopsi secara luas di sektor perbankan, terlepas dari status partisipasi dalam pilot
project Rupiah Digital.
Description
Validasi file repositori 01 Juli 2026_Firli
Keywords
Citation
Harvard Style
