Keberdayaan Mahasiswa Disabilitas Netra sebagai Penghuni Kos di Kabupaten Jember (Studi Kasus pada Mahasiswa Disabilitas Netra Universitas PGRI Argopuro Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keberdayaan mahasiswa
disabilitas netra sebagai penghuni kos di Kabupaten Jember, dengan studi kasus pada mahasiswa
disabilitas netra Universitas PGRI Argopuro Jember. Mahasiswa disabilitas netra yang merantau
untuk menempuh pendidikan tinggi menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani kebutuhan
Activity Daily Living (ADL), beradaptasi dengan lingkungan baru, serta memenuhi tuntutan
akademik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana keberdayaan
mereka terbentuk dan diwujudkan dalam kehidupan sebagai penghuni kos.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik. Informan
penelitian terdiri atas tiga mahasiswa disabilitas netra penghuni kos seabagai informan tambahan.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawacara mendalam, dan dokumentasi. Analsis
data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian
data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi
teknik, dan member check.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberdayaan mahasiswa disabilitas netra sebagai penghuni
kos tercermin melalui empat aspek utama. Pertama, keberdayaan personal, yang ditunjukkan
melalui kemampuan melakukan activity daily living (ADL) secara mandiri seperti mandi,
berpakaian, toileting, memasak mencuci pakaian, mengelola kebutuhan sehari-hari, serta
melakukan mobilitas dan orientasi lingkungan kos. Kedua, keberdayaan psikologis, yang terlihat
dari tumbuhnya kepercayaan diri, motivasi untuk menyelesaikan pendidikan, dan ketahanan diri
dalam menghadapi berbagai tantangan selama merantau. Ketiga, keberdayaan sosial, yang
diwujudkan melalui kemampuan membangun hubungan postif dengan sesama penghuni kos,
pemilik kos, serta keterlibatan dalam komunitas disabilitas. Keempat, pemanfaatan sumber daya,
yang tampak npada kemampuan memanfaatkan teknologi asistif, alat bantu mobilitas, serta
dukungan sosial yang tersedia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberdayaan mahasiswa
disabilitas netra terbentuk melalui proses adaptasi, pengalaman hidup, dan dukungan lingkungan
sehingga mereka mampu menjalani kehidupan kos secara mandiri sekaligus mempertahankan
keberfungsian sosial dan akademiknya.
Description
Approved by Teddy
