Uji Ex Vivo dan In Silico Ekstrak Metanol Daun Kluwek (Pangium edule Reinw.) sebagai Antimalaria
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Tanaman obat telah banyak digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit,
termasuk malaria, terutama di daerah endemik. Pada penelitian ini bertujuan untuk
memvalidasi penggunaan tradisional tanaman kluwek (Pangium edule Reinw.) sebagai
antimalaria oleh masyarakat Manokwari, Papua Barat-Indonesia. Aktivitas antimalaria
ekstrak methanol daun P. edule diuji secara ex vivo dan in silico. Berdasarkan uji ex vivo pada
mencit balb-C yang terinfeksi Plasmodium berghei, ekstrak metanol daun P. edule pada
dosis 100 µg/mL menunjukkan daya inhibisi sebesar 49,83%. Metabolite profiling dilakukan
untuk mengetahui komposisi senyawa bioaktif pada ekstrak. Berdasarkan hasil analisis GC
MS dengan derivatisasi, telah mengindentifikasi sebanyak 117 senyawa metabolit, 42
diantaranya merupakan metabolit sekunder yang didominasi oleh golongan terpenoid.
Beberapa senyawa tersebut, seperti linolenic acid, lupeol, pyrogallol dan β-sitosterol, telah
dilaporkan memiliki aktivitas antimalaria. Analisis komputasional, termasuk simulasi
molekular docking dilakukan untuk mengevaluasi potensi metabolit sekunder tersebut
terhadap lima reseptor target antimalaria: pLDH, pfSpdsyn, pfDHODH, apPOL, dan
pfMyoA (PDB ID: 1CET, 2PT9, 3I65, 7SXL, dan 8CDQ). Pengujian in silico menunjukkan
bahwa senyawa dengan backbone terpenoid siklik memiliki afinitas pengikatan yang lebih
tinggi dibandingkan klorokuin dengan nilai binding affinity berkisar antara −7,3 kkal/mol
hingga −10,2 kkal/mol pada hampir terhadap kelima reseptor target. Selain itu, senyawa β,β
Carotene-4,4’-dione, 3,3’-dihydroxy-, (3S,3’S)- dengan backbone terpenoid asiklik memiliki
afinitas yang tinggi pada semua reseptor target. Oleh karena itu, berdasarkan penelitian ini,
kedua senyawa tersebut berpotensi lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi agen
antimalaria baru.
Description
reupload 2026 Rudi H
Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 9 Juni 2026
