Uji Ex Vivo dan In Silico Ekstrak Metanol Daun Kluwek (Pangium edule Reinw.) sebagai Antimalaria
| dc.contributor.author | Rafiqa Risky Efendi | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-29T08:45:15Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-09 | |
| dc.description | reupload 2026 Rudi H Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 9 Juni 2026 | |
| dc.description.abstract | Tanaman obat telah banyak digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit, termasuk malaria, terutama di daerah endemik. Pada penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi penggunaan tradisional tanaman kluwek (Pangium edule Reinw.) sebagai antimalaria oleh masyarakat Manokwari, Papua Barat-Indonesia. Aktivitas antimalaria ekstrak methanol daun P. edule diuji secara ex vivo dan in silico. Berdasarkan uji ex vivo pada mencit balb-C yang terinfeksi Plasmodium berghei, ekstrak metanol daun P. edule pada dosis 100 µg/mL menunjukkan daya inhibisi sebesar 49,83%. Metabolite profiling dilakukan untuk mengetahui komposisi senyawa bioaktif pada ekstrak. Berdasarkan hasil analisis GC MS dengan derivatisasi, telah mengindentifikasi sebanyak 117 senyawa metabolit, 42 diantaranya merupakan metabolit sekunder yang didominasi oleh golongan terpenoid. Beberapa senyawa tersebut, seperti linolenic acid, lupeol, pyrogallol dan β-sitosterol, telah dilaporkan memiliki aktivitas antimalaria. Analisis komputasional, termasuk simulasi molekular docking dilakukan untuk mengevaluasi potensi metabolit sekunder tersebut terhadap lima reseptor target antimalaria: pLDH, pfSpdsyn, pfDHODH, apPOL, dan pfMyoA (PDB ID: 1CET, 2PT9, 3I65, 7SXL, dan 8CDQ). Pengujian in silico menunjukkan bahwa senyawa dengan backbone terpenoid siklik memiliki afinitas pengikatan yang lebih tinggi dibandingkan klorokuin dengan nilai binding affinity berkisar antara −7,3 kkal/mol hingga −10,2 kkal/mol pada hampir terhadap kelima reseptor target. Selain itu, senyawa β,β Carotene-4,4’-dione, 3,3’-dihydroxy-, (3S,3’S)- dengan backbone terpenoid asiklik memiliki afinitas yang tinggi pada semua reseptor target. Oleh karena itu, berdasarkan penelitian ini, kedua senyawa tersebut berpotensi lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi agen antimalaria baru. | |
| dc.description.sponsorship | dosen pembimbing utama : Prof. apt. Ari Satia Nugraha, S.F., GDipSc., M.Sc-res., PhD. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10219 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Antimalaria | |
| dc.subject | GC-MS | |
| dc.subject | In silico | |
| dc.subject | Ex vivo | |
| dc.title | Uji Ex Vivo dan In Silico Ekstrak Metanol Daun Kluwek (Pangium edule Reinw.) sebagai Antimalaria | |
| dc.type | Other |
