Kinerja Teknologi dan Ekonomi pada Usaha Penggilingan Padi di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Usaha penggilingan padi merupakan subsistem pengolahan dalam agribisnis
yang berperan strategis mengolah gabah menjadi beras sekaligus menghubungkan
sektor hulu dan hilir, sehingga menentukan kualitas beras, efisiensi rantai pasok, serta
ketahanan pangan. Di Indonesia, penggilingan padi diklasifikasikan menjadi skala
kecil, menengah, dan besar berdasarkan kapasitas produksi beras per jam yang
mencerminkan variasi tingkat teknologi dan kemampuan ekonomi. Hal ini menjadi
dasar penting dalam analisis kinerja teknologi dan ekonomi usaha penggilingan padi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peringkat penggilingan padi di Kabupaten
Jember berdasarkan kinerja teknologi dan ekonomi serta mengidentifikasi kinerja
teknologi dan ekonomi penggilingan padi di Kabupaten Jember.
Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember sebagai sentra produksi padi
peringkat keempat serta daerah dengan jumlah penggilingan padi terbanyak kedua di
Provinsi Jawa Timur. Selain itu, Kabupaten Jember memiliki variasi skala usaha yang
mendukung analisis kinerja teknologi dan ekonomi. Penelitian menggunakan metode
campuran (mixed method) yang mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan
kualitatif. Populasi berjumlah 86 unit penggilingan padi yang tersebar di 26
kecamatan. Sampel penelitian terdiri atas 2 unit skala kecil dan 1 unit skala besar di
Kecamatan Pakusari, 1 unit skala kecil dan 2 unit skala menengah di Kecamatan Silo,
1 unit skala kecil di Kecamatan Balung, serta 1 unit skala kecil di Kecamatan
Sumberbaru.
Analisis data pertama menggunakan metode skoring Multi-Objective
Optimization by Ratio Analysis (MOORA) untuk menentukan peringkat
penggilingan padi di Kabupaten Jember berdasarkan kinerja teknologi dan ekonomi.
Metode kedua menggunakan analisis skoring untuk menganalisis penilaian kinerja
teknologi dan ekonomi penggilingan padi di Kabupaten Jember. Kinerja teknologi
dinilai berdasarkan tujuh kriteria, yaitu kapasitas penggilingan, pengemasan, mutu beras, ketersediaan peralatan, kondisi peralatan, tingkat mekanisasi peralatan, dan
rendemen giling. Sementara itu, kinerja ekonomi diukur melalui tujuh kriteria,
meliputi nilai ekonomi, distribusi keuangan, pasokan bahan baku, harga gabah,
prospek usaha, pemasaran, dan harga beras.
Description
Reupload file repositori 12 Mei 2026_Maya
Validasi dan Finalisasi Ratna 29 juni 2026
