Show simple item record

dc.contributor.authorSasmitasari
dc.date.accessioned2013-12-11T01:42:04Z
dc.date.available2013-12-11T01:42:04Z
dc.date.issued2013-12-11
dc.identifier.nimNIM061510401118
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7829
dc.description.abstractPenyakitpustuldaunkedelaimerupakanpenyakit yang disebabkanolehinfeksipatogenXanthomonasaxonopodispv.glycines. Penyebab penyakit pustul merupakan patogen yang bersifat seed borne. Penyakit ini mempengaruhi mutu benih sehingga kualitas dan kuantitas benih berkurang. Alternatif pengendalian yang digunakan adalah pengendalian hayati yang menggunakan PGPR dalam bentuk formulasi. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiefektivitasdanpersistensiformulasi PGPRdalammengendalikanseranganXanthomonasaxonopodispv. glycinespenyebabpenyakitpustuldanpengaruhnyaterhadappertumbuhansertaproduk sikedelai. Penelitiandilaksanakan di lahandesaWirolegi, kecamatanSumbersari, kabupatenJember, mulaibulanJuni 2009 sampai September 2009. Pengujianefektivitasformulasi PGPR menggunakanRAK, dianalisis dengan menggunakan sidik ragam pada tingkat kepercayan 95%, untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan diuji dengan Uji DMRT pada taraf 5%, dengan formulasi sebagai berikut: Pupuk kompos Ba-90 pada tanah dan humus+kaolin+talkBa-90 pada daun(P1), Pupuk kandang Ba-90 pada tanah dan humus+kaolin+talk Ba-90 pada daun (P2), Pupuk kompos dengan pupuk kandang (1:1) Ba-90 pada tanah dan humus+kaolin+talkBa-90 pada daun (P3), Pupuk kompos Pf-14 pada tanah dan humus+kaolin+talkPf-14 pada daun (P4), Pupuk kandang Pf-14 pada tanah dan humus+kaolin+talkPf-14 pada daun (P5), Pupuk kompos dengan pupuk kandang (1:1) Pf-14 pada tanah dan humus+kaolin+talkPfv 14 pada daun (P6), Pupuk kompos Ba-39 pada tanah dan humus+kaolin+talk Ba- 39 pada daun (P7), Pupuk kandang Ba-39+Pf-14 pada tanah dan humus+kaolin+talk Ba-39+Pf-14 pada daun (P8), Pupuk kompos dengan pupuk kandang (1:1) Ba-39+Pf-14 pada tanah dan humus+kaolin+talk Ba-39 + Pf-14 pada daun (P9). Teknik aplikasi terdiri dari dua cara yaitu menaburkan formulasi PGPR pada tanah sebelum tanam dan sesudah tanam dengan interval satu bulan sekali sedangkan aplikasi pada daun,penyemprotan dilakukan 1 minggu sekali sebelum dan sesudah inokulasi patogen. Untuk melihat persistensi bakteri PGPR dalam tanah dan daun dilakukan pengenceran berseri. Masing-masing pengenceran dituang pada medium agar yang ditambahkan dengan rifampisin (antibiotik) dan dihitung koloni yang tumbuh, untuk tanah uji dilakukan setiap minggu sedangkan pada daun setiap hari setelah aplikasi sampai tanaman panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pupuk kompos Ba-90 pada tanah dan humus+kaolin+talk Ba-90 pada daun (P1) mampu menekan intensitas serangan penyakit pustul daun kedelai (Xanthomonas axonopodis pv.glycines), selain itu dapat memacu pertumbuhan dan produksi kedelai di lapang karena PGPR mempunyai fungsi sebagai biofertilizer, biostimulan dan bioprotektan. Cara aplikasi yang efektif dalam menekan perkembangan penyakit pustul daun kedelai (Xanthomonas axonopodis pv. glycines) dan meningkatkan produksi tanaman kedelai yaitu aplikasi pada tanah satu bulan sekali dan pada daun satu minggu sekali sebelum dan sesudah inokulasi patogen. Persistensi formulasi PGPR lebih lama bertahan di dalam tanah dibandingkan dengan persistensi formulasi PGPR di daun, dalam tanah mampu bertahan empat minggu sedangkan pada daun satu minggu.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries061510401118;
dc.subjectPenyakit Pustul, Kedelai, Formulasi PGPRen_US
dc.titleEFEKTIVITAS DAN PERSISTENSI BEBERAPA FORMULASI PGPR (Pseudomonas fluorescens dan Bacillus spp.) TERHADAP PENEKANAN PENYAKIT PUSTUL DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI DI LAPANGANen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record