Show simple item record

dc.contributor.authorMacaryus, Sudartomo
dc.contributor.authorAnoegrajekti, Novi
dc.date.accessioned2016-09-09T07:16:14Z
dc.date.available2016-09-09T07:16:14Z
dc.date.issued2016-09-09
dc.identifier.isbn978-602-258-382-0
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/77021
dc.description.abstractDi Banyuwangi, seni tradisi dipertahankan dan dikembangkan oleh masyarakat pendukungnya. Seni tradisi tersebut pada mulanya ada yang berfungsi sebagai media dakwah (hadrah, kuntulan, kundaran, mocoan), hiburan (janger, barong, praburoro, tari, angklung), dan perjuangan (gandrung). Secara genetis, hadrah, kuntulan, dan kundaran menunjukkan rangkaian perkembangan dari yang semula dominan dakwah menjadi dominan hiburan, sedangkan mocoan pada mulanya dominan dahwah yang bersumber dari Kitab Yusuf. Mocoan kini menjadi seni hiburan mulai dari tari, tembang, dan lawak yang dikemas dalam sebuah cerita. Seni janger, barong, praburoro, tari, dan angklung hingga saat ini masih bertahan sebagai seni hiburan yang memiliki penggemar dan penanggap. Aneka seni tradisi tersebut juga mengalami banyak perubahan mulai dari struktur pertunjukan dan selingan-selingan yang menyertai. Sedangkan seni tradisi gandrung secara genetis bermula dari seni perjuangan, terutama menjalin relasi dan komunikasi antarpejuang yang tersebar di berbagai lokasi persembunyian. Gandrung, saat ini bermetamorfosis menjadi seni pergaulan dan hiburan. Struktur pertunjukan yang interaktif antara penari dengan penonton memungkinkan terbangunnya relasi secara interpersonal.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectSENI TRADISIen_US
dc.subjectINDUSTRI KREATIFen_US
dc.titleSENI TRADISI, INDUSTRI KREATIF, DAN LEKUK-LIKU PERJUANGANNYAen_US
dc.typeProsidingen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record