Show simple item record

dc.contributor.advisorWahyuni, Sri
dc.contributor.advisorhidayah, Entin
dc.contributor.authorRiani, Suliantika
dc.date.accessioned2016-01-28T08:39:08Z
dc.date.available2016-01-28T08:39:08Z
dc.date.issued2016-01-28
dc.identifier.nim121910301062
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/72898
dc.description.abstractDaerah irigasi Pringduri yang terletak di Kecamatan Curah Dami Kabupaten Bondowoso mempunyai luasan baku sawah ± 237 Ha. Daerah irigasi Pringduri terdiri dari satu saluran induk dan beberapa bangunan tersier. Ketersediaan air irigasi di daerah tersebut pada musim kemarau sering mengalami kekurangan. Oleh karena itu dilakukan upaya optimasi menggunakan program dinamik untuk mengetahui kebutuhan air untuk masing-masing tanaman, pola tata tanam yang optimum, luas lahan yang bisa ditanami dan keuntungan yang maksimum. Langkah awal yang dilakukan dalam studi ini adalah menganalisa data curah hujan. Data curah hujan yang berpengaruh pada daerah studi selama 10 tahun. Curah hujan andalan dihitung dengan tingkat keandalan 97% untuk tahun kering, 75% untuk tahun rendah, 51% untuk tahun normal, 26% untuk tahun cukup, dan selanjutnya menghitung curah hujan efektif. Evapotranspirasi potensial dihitung dengan memasukan data klimatologi selama 10 tahun. Dari hasil analisa sebelumnya, dilakukan perhitungan kebutuhan air tanaman pada tiap keandalan. Debit yang tersedia di Bendung Pring dianalisa untuk tiap keandalan menggunakan rumus Weibull. Setelah diperoleh kebutuhan debit irigasi dari perhitungan sebelumnya maka dilanjutkan perhitungan neraca air. Dari perhitungan neraca air didapatkan bahwa kekurangan air irigasi terjadi pada MK I xi pada tahun normal, sedang dan kering. Untuk selanjutnya optimasi dilakukan pada periode tersebut. Perhitungan volume air yang tersedia berdasarkan besarnya debit yang tersedia pada saat MK I dengan interval yang dipilih sebesar 0,002 m3/det. Berdasarkan hasil perhitungan volume air yang dibutuhkan dan volume air yang tersedia dihitung luas lahan yang dapat ditanami dari debit yang dialokasikan. Biaya produksi dihitung berdasarkan keuntungan penjualan padi/palawija dikurangi biaya proses produksi. Dengan diketahui luas lahan yang dapat ditanami dan besarnya biaya produksi per hektar, maka dapat dihitung besarnya keuntungan dari debit yang dialirkan yang selanjutnya diperlukan dalam perhitungan program dinamik. Perhitungan program dinamik dalam studi ini menggunakan metode perhtitungan dari depan. Dengan penerapan program dinamik dapat diperoleh kebutuhan air irigasinya, yaitu tahun cukup, padi mh = 3,513 m3/dt, padi mk I = 2,918 m3/dt, palawija/tembakau mk II = 0,434 M3/dt, tahun normal adalah padi mh = 3,457 m3/dt, padi mk I = 3,281 m3/dt, palawija/tembakau mk II = 0,537 M3/dt, tahun rendah adalah padi mh = 4,019 m3/dt, padi mk I = 3,987m3/dt, palawija/tembakau mk II = 0,669 M3/dt m3, tahun kering adalah padi mh = 4,332 m3/dt, padi mk I = 3,813 m3/dt, palawija/tembakau mk II = 0,805 m3 /dt, sehingga pola tata tanam yang optimal di daerah tersebut adalah padi-padi/palawija-palawija/tembakau, dengan luas lahan optimum, yaitu tahun normal untuk padi 157 ha, tahun rendah untuk padi 106 ha, tahun kering untuk padi 67 ha. Sedangkan untuk keuntungan yang diperoleh dari debit yang dialirkan pada Daerah Irigasi Pringduri adalah sebesar Rp. 4.271.333.086,49 dengan peningkatan 24,30 % pada tahun normal, Rp. 3.376.225.386,00 dengan peningkatan 11,32 % pada tahun normal, dan Rp. 2.702.302.726,00. dengan peningkatan 6,31 % pada tahun kering.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectTATA TANAMen_US
dc.titleOPTIMASI POLA TATA TANAM DI DAERAH IRIGASI PRINGDURI KECAMATAN CURAH DAMI KABUPATEN BONDOWOSO DENGAN PROGRAM DINAMIKen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record