Show simple item record

dc.contributor.authorNicky B. Casandra
dc.date.accessioned2013-12-04T08:51:24Z
dc.date.available2013-12-04T08:51:24Z
dc.date.issued2013-12-04
dc.identifier.nimNIM071910301089
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4141
dc.description.abstractSemua elemen struktur bangunan, salah satunya balok yang berfungsi sebagai rangka struktur bangunan harus direncanakan agar memiliki perilaku daktail dan berkinerja tinggi supaya dapat menunda waktu keruntuhan saat terjadi gempa yaitu dengan menjamin terbentuknya sendi-sendi plastis dengan memiliki kemampuan untuk berotasi sebelum runtuh yang dinyatakan dengan faktor daktilitas kurvatur. Disini material penyusun beton bertulang tentunya berpengaruh terhadap nilai daktilitas kurvatur, salah satunya mutu beton. Bagaimana pengaruh perubahan mutu beton terhadap nilai daktilitas terutama daktilitas kurvatur, akan menjadi pertimbangan dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan di lapangan dari segi ekonomis tanpa mengurangi segi keamanannya. Penelitian ini difokuskan pada pengujian elemen struktur balok beton bertulang dengan variasi mutu beton pada satu jenis mutu tulangan. Benda uji balok beton sebanyak 5 model dan berjumlah 3 buah untuk masing-masing model, hingga jumlah total benda uji sebanyak 15 buah balok uji. Masing-masing model dibuat dengan mutu beton yang berbeda dengan satu jenis tulangan. Sehingga dapat diketahui bagaimana pengaruh perubahan mutu beton terhadap nilai beban, pola retak, dan daktilitasnya. Selain itu dengan didapatkannya nilai daktilitas kurvatur akan diketahui balok konvensional dengan desain penampang seperti ini layak atau tidak untuk daerah gempa kuat. Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan, beban P maks yang mampu ditahan balok dari masing-masing model semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mutu beton. Peningkatan mutu beton pada balok bertulang dengan satu jenis mutu tulangan meningkatkan nilai lendutannya. Hal ini terjadi karena baja tulangan yang digunakan pada setiap balok adalah sama dan mutu beton tidak berpengaruh terhadap kemampuan struktur dalam menahan lendutan. Pola retak yang terjadi pada balok uji adalah retakan lentur. Pengaruh peningkatan mutu beton pada balok bertulang dengan satu jenis mutu tulangan terhadap jumlah retakan, lebar retakan dan panjang retakan tidak terlalu signifikan. Peningkatan mutu beton rata-rata sebesar 13,95 % meningkatkan kapasitas beban (P maks) sebesar 3,25 % dan nilai daktilitas kurvatur rata-rata sebesar 18,02 %. Menurut Park dan Paulay (1975), nilai daktilitas kurvatur yang harus dipenuhi untuk wilayah gempa kuat adalah 16 sehingga nilai daktilitas kurvatur semua model balok pada pengujian ini tidak memenuhi syarat untuk wilayah gempa kuat.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071 910 301 089;
dc.subjectBalok , Variasi Mutu Beton ,Pada Satu Jenis Mutu Tulanganen_US
dc.titleANALISIS DAN PENGUJIAN BALOK DENGAN VARIASI MUTU BETON PADA SATU JENIS MUTU TULANGANen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record