Show simple item record

dc.contributor.authorFatimatuz Zahrok
dc.date.accessioned2014-01-27T00:18:17Z
dc.date.available2014-01-27T00:18:17Z
dc.date.issued2014-01-27
dc.identifier.nimNIM050210191029
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/24659
dc.description.abstractenyataan yang terjadi di SMA Muhammadiyah 3 Jember terutama kelas X-4 adalah masih banyak siswa yang belum memahami konsep prasyarat dalam matematika, misal yang paling mendasar adalah operasi hitung dan teorema Pythagoras yang akan digunakan pada pembelajaran trigonometri. Pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) melalui metode inkuiri adalah suatu pembelajaran yang menuntut siswa aktif, kreatif dan ilmiah dalam mengembangkan ide atau gagasan dalam memecahkan masalah dengan proses yang lebih mendetail dengan 5 tahapan yaitu mengidentifikasi pertanyaan, bertanya, mengajukan dugaan, mengumpulkan data, dan menyimpulkan masalah. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan aktif adalah siswa dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru, teman kelompoknya, dan mampu menanggapi presentasi siswa. Kreatif adalah siswa mampu menuangkan idenya untuk memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru. Ilmiah adalah siswa dapat menjawab dan memahami konsep sesuai dengan sumber data yang diperoleh. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian yang digunakan adalah model skema penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart yaitu rancangan penelitian yang terdiri dari 4 fase meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-4 SMU Muhammadiyah 3 Jember yang berjumlah 50 siswa. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang dianalisis meliputi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan pemahaman konsep siswa. Alat untuk mengetahui pemahaman konsep siswa meliputi LKS dan tes akhir. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah persentase aktivitas guru pada siklus I sebesar 76,39 %, sedangkan pada siklus II sebesar 88,89 %. Persentase aktivitas siswa dalam pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) pada trigonometri pada siklus I sebesar 72,66 % dan pada siklus II sebesar 79,16 % . Persentase pemahaman konsep siswa pada trigonometri secara klasikal pada siklus I sebesar 54,34%, dan pemahaman konsep siswa pada siklus II sebesar 80,25%. Kesimpulan yang didapat dari hasil analisis data dan pembahasan adalah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dengan metode inkuiri mulai guru membuka pelajaran sampai menutup pelajaran sudah dapat berjalan dengan baik dan lancar, dan dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep siswa.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries050210191029;
dc.subjectUPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN TRIGONOMETRI SISWA MELALUI METODE INKUIRI DENGAN PEMBELAJARAN KOOP TIPE GROUP INVESTIGATIONen_US
dc.titleUPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN TRIGONOMETRI SISWA MELALUI METODE INKUIRI DENGAN PEMBELAJARAN KOOP TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DI SMA MUHAMMADIYAH 3 JEMBER KELAS X TAHUN AJARAN 2009/2010en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record