Show simple item record

dc.contributor.authorAlvin Isnaini
dc.date.accessioned2014-01-23T00:59:44Z
dc.date.available2014-01-23T00:59:44Z
dc.date.issued2014-01-23
dc.identifier.nimNIM092010101031
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/21579
dc.description.abstractDiare merupakan penyumbang utama dari ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai negara termasuk Indonesia. Di Indonesia, diare merupakan penyebab utama kematian balita. Sebagian dari diare tersebut merupakan shigellosis atau lebih dikenal dengan nama disentri basiler. Shigellosis disebabkan oleh infeksi bakteri S. dysenteriae. Dalam beberapa tahun terakhir, S. dysenteriae telah resisten terhadap antibiotik yang umum digunakan seperti ampisilin, kotrimoksazol, kloramfenikol, tetrasiklin, dan sulfametoxazol-trimetropim, tetapi belum terjadi resistensi terhadap siprofloksasin dan seftriakson. Siprofloksasin merupakan drug of choice pada kasus Shigellosis, namun hingga saat ini siprofloksasin tidak diindikasikan untuk anak sampai usia 18 tahun dan wanita hamil, sedangkan kasus Shigellosis lebih sering terjadi pada anak. Seftriakson merupakan second line pada kasus Shigellosis. Seftriakson bersifat aman digunakan pada anak, namun seftriakson hanya bisa diberikan secara Intra Muscular dan belum tersedia dalam sediaan oral. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan adanya suatu upaya pengembangan sumber antibiotik dari tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif antibiotik terhadap S. dysenteriae. Salah satu yang berpotensi dikembangkan adalah biji kakao (Theobroma cacao) karena dalam penelitian yang dilakukan oleh Setiawan (2011) ditemukan bahwa ekstrak etanol biji kakao memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan S. dysenteriae. Pada penelitian tersebut didapatkan Kadar Hambat Minimal (KHM) ekstrak etanol biji kakao terhadap S. dysenteriae adalah 15,6 mg/ml. Adanya potensi kadar hambat ekstrak etanol biji kakao terhadap S. dysenteriae dimungkinkan berhubungan dengan keberadaan polifenol dalam htttp://unej.library.ac.id/ htttp://unej.library.ac.id/ htttp://unej.library.ac.id/ htttp://unej.library.ac.id/ ekstrak etanol biji kakao yang menyebabkan terjadinya perubahan struktur dinding sel S. dysenteriae setelah terpapar ekstrak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan morfologi bakteri S. dysenteriae setelah terpapar ekstrak etanol biji kakao konsentrasi 7,8 mg/ml, 15,6 mg/ml, dan 31,2 mg/ml. Metode pengamatan morfologi bakteri yang digunakan adalah uji Scanning Electron Microscope. Jenis penelitian ini adalah True Experimental Design dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah koloni bakteri S. dysenteriae yang disesuaikan dengan standar 0,5 Mc Farland. Konsentrasi larutan uji yang digunakan adalah 7,8 mg/ml, 15,6 mg/ml, dan 31,2 mg/ml. Kontrol positif yang digunakan adalah suspensi seftriakson 8 μg/ml dan kontrol negatif yang digunakan adalah larutan aquades steril. Data yang diperoleh pada penelitian ini berupa gambaran perubahan morfologi bakteri S. dysenteriae. Data kemudian dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kakao konsentrasi 7,8 mg/ml, 15,6 mg/ml, dan 31,2 mg/ml menyebabkan terjadinya perubahan morfologi bakteri S. dysenteriae berupa elongasi (pemanjangan) dan secara visual bakteri tampak lebih kurus dari keadaan normal. Selain itu, pada data perlakuan dengan ekstrak etanol biji kakao konsentrasi 31,2 mg/ml tampak terjadi penyempitan di beberapa bagian tubuh bakteri. Dari data tersebut tampak perbedaan kemampuan berbagai serial konsentrasi ekstrak etanol biji kakao dalam menimbulkan perubahan morfologi bakteri S. dysenteriae yang ditunjukkan dengan semakin besar perubahan morfologi yang terjadi dari konsentrasi 7,8 mg/ml sampai dengan 31,2 mg/ml. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol biji kakao maka semakin besar daya antibakterinya sehingga semakin besar pula perubahan morfologi yang terjadi. Namun penelitian ini memiliki beberapa kelemahan, salah satunya adalah tidak dilakukannya pengulangan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries092010101031;
dc.subjectShigella dysenteriaeen_US
dc.titlePERUBAHAN MORFOLOGI Shigella dysenteriae AKIBAT PAPARAN EKSTRAK ETANOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao) SECARA IN VITROen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record