Show simple item record

dc.contributor.authorKREESTYANUS BIARLISTANTO
dc.date.accessioned2014-01-22T03:45:35Z
dc.date.available2014-01-22T03:45:35Z
dc.date.issued2014-01-22
dc.identifier.nimNIM060910302077
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/20645
dc.description.abstractIbadah haji merupakan rukun Islam yang ke-5 setelah Sahadat, Sholat, Puasa, dan Zakat. Ibadah haji wajib hukumnya bagu umat Islam yang mampu secara fisiknya, dan mampu materinya yang diwajibkan hanya 1 kali saja. Adapun pokok masalah dalam penelitian ini adalah adalah apakah makna haji bagi masyarakat nelayan. Dengan fokus kajian memberikan penjelasan dan gambaran yang mendalam tentang makna ibadah haji pada masyarakat nelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih dengan menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Dari hasil penelitian terdapat beberapa makna, adapun makna-makna yang ada adalah: Makna ketakwaan merupakan makna yang didasarkan pada tuntutan agama, artinya ibadah haji dilaksanakan atas dasar untuk memenuhi tanggung jawab sebagai umat Islam. Makna kemampuan merupakan makna yang diyakini oleh seseorang sebagai bagian dari kekayaan yang dimiliki, artinya seseorang menunaikan ibadah haji tidak lain karena ingin dianggap sebagai orang yang mampu sehingga ibadah haji sebagai ukuran kemampuan. Makna kehormatan merupakan suatu makna yang diyakini oleh masyarakat bahwa dengan menunaikan ibadah haji seseorang akan menjadi lebih terhormat atau untuk mempertahankan kehormatan yang sudah ada sebelumnya. Dari ketiga makna yang ada tersebut, makna-makna tersebut tidak terlepas dari status sosial.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries060910302077;
dc.subjectMAKNA HAJIen_US
dc.titleMAKNA HAJI BAGIMASYARAKAT NELAYANen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record