Show simple item record

dc.contributor.authorGaluh Tyasing Swastika
dc.date.accessioned2014-01-18T04:50:33Z
dc.date.available2014-01-18T04:50:33Z
dc.date.issued2014-01-18
dc.identifier.nimNIM080210101007
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/16854
dc.description.abstractMempelajari matematika di era sekarang tidak hanya dibutuhkan keterampilan yang cukup tetapi juga pengaplikasian matematika dalam kehidupan sehari-hari yang inovatif. Matematika secara tersirat telah menanamkan nilai-nilai afektif dalam diri yang mempelajarinya dan mengimplementasikannya. Selain aspek afektif seperti diuraikan di atas, aspek-aspek afektif dalam bentuk soft skills juga perlu dimiliki oleh peserta didik. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar dalam Panduan Pendidikan Karakter SMP 2010: 5), ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Soft skills yang dipilih dalam pengembangan perangkat pembelajaran ini meliputi soft skills kreativitas, kerjasama, dan etika. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya di lapangan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran matematika di sekolah pada umumnya masih berfokus dan berkisar pada metode ceramah. Dari kenyataan tersebut, perlu adanya suatu perubahan metode pembelajaran dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berfikir, pemecahan masalah, dan keterampilan intelektual. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah menerapkan suatu pembelajaran dengan model Problem Based Instruction (PBI). Dengan menggunakan model pembelajaran PBI bertujuan agar siswa dapat mengembangkan kemampuan berfikir, pemecahan masalah, dan keterampilan intelektual. Perangkat pembelajaran dipilih bilingual, hal ini dikarenakan peneliti termotivasi oleh eberapa SMP SBI dan RSBI yang mulai menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar di sekolah. Perangkat pembelajaran adalah sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan siswa dan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran (Hobri, 2010:31). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk perangkat pembelajaran matematika blingual dengan moel pembelajaran PBI berbasis soft skill pada materi kubus dan balok berupa silabus, RPP, buku siswa, LKS, dan Tes Hasil Belajar (THB) serta mengetahui kelayakan dan hasil uji coba perangkat pembelajaran tersebut. Model pengembangan perangkat yang digunakan beracuan pada model Thiagarajan dimulai tahap pendefinisian dengan 5 langkah pokok, yaitu 1)analisis awal-akhir; 2)analisis siswa; 3)analisis materi; 4)analisis tugas dan 5)spesifikasi indikator pembelajaran. Tahap pendefinisan dilanjutkan dengan tahap perangcangan prototype (draf I) perangkat pembelajaran dengan 4 langkah yaitu 1)penyusunan tes; 2)pemilihan media; 3)pemilihan format; 4) desain awal. Selanjutnya merupakan tahap pengembangan, pada tahap ini dihasilkan draft II perangkat pembelajaran yang telah direvisi berdasarkan masukan dari para ahli dan data yang diperoleh dari uji coba. Hasil uji coba digunakan sebagai masukan untuk memperbaiki kualitas perangkat pembelajaran dan hasilnya disebut draf III (produk). Dari hasil validasi perangkat pembelajaran diperoleh koefisien validitas silabus, RPP, buku siswa, LKS, dan THB berturut-turut adalah 0,98; 0,98; 0,99; 0,99; dan 0,98. Perangkat tersebut dikatakan valid atau layak karena skor atau koefisien validitasnya lebih dari 0,60 yang berarti koefisien validitas tinggi atau sangat tinggi. Persentase aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua, berturut-turut adalah 90% dan 93%. Hal ini menunjukkan perangkat pembelajaran tersebut telah memenuhi kriteria kepraktisan. Persentase aktivitas siswa pada pertemuan pertama dan kedua, berturut-turut adalah 89% dan 93%. Dari analisis angket yang telah diisi oleh 22 siswa diperoleh bahwa lebih dari 80% siswa memberikan respon positif terhadap seluruh aspek yang ditanyakan dalam angket. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respon baik terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Dari analisis validitas butir soal THB terdapat 2 butir soal yang nilai validitasnya sangat tinggi dan 4 butir soal yang nilai validitasnya tinggi. Berarti secara keseluruhan alat evaluasi ini dikatakan valid. Dari hasil analisis reliabilitas pretes diperoleh nilai koefisien reabilitas tes () = 0,8466 hal ini berarti bahwa reliabilitas alat evaluasi berkategori sangat tinggi. Dari analisis THB juga diperoleh bahwa 82% (18 siswa dari 22 siswa) siswa mencapai skor minimal 60. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika PBI berbasis soft skill telah memenuhi kriteria keefektifan perangkat pembelajaran. Berdasarkan kriteria-kriteria kualitas perangkat pembelajaran yang telah terpenuhi, dihasilkan perangkat pembelajaran matematika PBI berbasis soft skill Materi Kubus dan Balok Kelas VIII yang layak dan dapat digunakan oleh guru tingkat SMP untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran matematika.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries080210101007;
dc.subjectPerangkat Pembelajaran Bilingual Matematika, Problem Based Instruction (PBI), Soft Skillen_US
dc.titlePENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BILINGUAL MATEMATIKA PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) BERBASIS SOFT SKILL POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record