Show simple item record

dc.contributor.authorAhmad Gunarso Mahawan
dc.date.accessioned2014-01-17T06:10:10Z
dc.date.available2014-01-17T06:10:10Z
dc.date.issued2014-01-17
dc.identifier.nimNIM052210101036
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/16025
dc.description.abstractTape ketan (Oryza sativa Var. glutinosa) merupakan makanan tradisional hasil fermentasi yang banyak digemari karena rasanya yang khas. Pada umumnya pembuatan tape ketan menggunakan kemasan tradisional (besek) dan kemasan plastik yang berbahan dasar sama antara wadah dengan tutupnya, yaitu PP (polypropylene). Jenis kemasan yang digunakan berhubungan dengan mudah tidaknya gas masuk ke dalam kemasan. Jumlah gas yang terkandung dalam kemasan dapat mempengaruhi proses fermentasi. Semakin banyak gas maka semakin cepat proses fermentasi. Dan jika proses fermentasi terjadi secara terus-menerus akan menyebabkan perubahan tape ketan menjadi alkohol dan asam. Hal ini tentu saja mempengaruhi mutunya. Penilaian kemasakan tape ketan sampai saat ini masih menggunakan cara-cara seperti perkiraan hari dan secara visual dimana cara-cara tersebut memiliki kelemahan yaitu terkadang kita mendapati tape yang kita beli ternyata belum masak secara optimal atau lewat masak. Sehingga perkembangan kemasan pintar (intelligent packaging) dengan sensor yang dapat mendeteksi tingkat kemasakan tape ketan merupakan inspirasi dan inovasi baru dalam memberikan arti kemudahan, kepraktisan, jaminan mutu serta keamanan dalam mengkonsumsi tape ketan di masa depan. Penelitian ditujukan untuk mengetahui fabrikasi, desain, aplikasi serta korelasi membran kristal ungu sebagai sensor kemasakan tape ketan. Desain membran kristal ungu pada kemasan pintar dirancang untuk memberikan informasi kepada konsumen. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Sensor Kimia dan Biosensor Fakultas Farmasi, Laboratorium Kimia Farmasi. Pengolahan data penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analisis. Data hasil pengamatan ditampilkan dalam bentuk tabel serta untuk mempermudah interpretasi data maka dibuat histogram dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran kristal ungu sebagai sensor kemasakan dapat mendeteksi tingkat kemasakan tape ketan selama fermentasi yang ditandai dengan adanya perubahan warna sensor yang disebabkan perubahan nilai parameter kemasakan tape ketan seperti nilai pH, kadar alkohol dan uji sensori/organoleptik (aroma, rasa, penampakan). Sensitivitas sensor kemasakan merupakan salah satu karakteristik sensor yang menunjukkan bahwa sensor kemasakan mampu memberikan perubahan warna dengan adanya perubahan nilai parameter kemasakan tape ketan. Dalam penelitian ini nilai sensitivitas sensor diperoleh dengan cara membandingkan antara laju perubahan warna sensor (∆ Mean Green) dengan laju perubahan nilai parameter kemasakan selama fermentasi meliputi pH, alkohol dan uji sensori/uji organoleptik (aroma, rasa dan penampakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kristal ungu dapat digunakan sebagai sensor kemasakan tape ketan karena mampu memberikan perubahan warna ketika tape ketan mengalami perubahan kondisi dari fase belum masak ke fase pemasakan optimal dan sampai pada kondisi lewat masak atau tidak layak konsumsi. Selanjutnya sensor kristal ungu sebagai sensor kemasakan tape ketan menunjukkan korelasi yang positif dimana perubahan intensitas biru membran mewakili 5 parameter kemaskan antara lain nilai pH, kadar alkohol dan uji sensori/organoleptik (aroma, rasa, penampakan).en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries052210101036;
dc.subjectKEMASAN PINTAR MENGGUNAKAN KRISTAL UNGU (Crystal Violet)en_US
dc.titlePENGEMBANGAN KEMASAN PINTAR MENGGUNAKAN KRISTAL UNGU (Crystal Violet) SEBAGAI SENSOR KEMASAKAN TAPE KETAN (Oryza sativa Var. glutinosa)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record