Show simple item record

dc.contributor.authorANNISA, Intan Nur
dc.date.accessioned2025-03-20T03:00:32Z
dc.date.available2025-03-20T03:00:32Z
dc.date.issued2023-07-27
dc.identifier.nim172310101107en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/125823
dc.descriptionFinalisasi unggah file repositori tanggal 20 Maret 2025_Kurnadien_US
dc.description.abstractGangguan Stress Pasca-trauma atau Post Trumatic Stress Disorder (PTSD) merupakan masalah psikologis yang disebabkan oleh peristiwa traumatis seperti bencana banjir, dengan ditandai adanya fikiran yang berulang, mimpi buruk, dan kilas balik. PTSD dapat berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah terpapar peristiwa traumatis, sehingga dapat menyebabkan penderitanya mengalami gangguan integritas diri, seperti mengalami ketakutan yang berlebih, kecemasan, ketidakberdayaan, bahkan potensi kerusakan fisik yang serius. Berdasarkan hasil studi pendahuluan ditemukan bahwa banjir akibat meluapnya sungai Semangir menimbulkan kerugian yang sangat signifikan, dan berdasarkan penyataan pemerintah daerah setempat serta dari hasil pencarian literatur yang dilakukan peneliti, belum terdapat penelitian mengenai PTSD pasca banjir di Kabupaten Jember. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan yang serius dan tindakan lebih lanjut oleh stakeholder. Peneliti sebagai mahasiswa keperawatan berupaya untuk mendeskripsikan status kesehatan psikologis masyarakat pasca peristiwa banjir sungai Semangir agar kemudian dapat ditindaklanjuti, karena apabila tidak segera dilakukan deteksi sejak saat ini, dikhawatirkan dampak psikologis dari peristiwa traumatis tersebut menjadi berkepanjangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian PTSD pada korban banjir sungai Semangir yang dijelaskan dalam karakteristik dan gejala-gejala PTSD yang muncul pada responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer dan data sekunder yaitu catatan yang diperoleh dari laporan atau rekap data ketua RW mengenai karakteristik warga perumahan BMP Mangli Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Teknik pengambilan sampel yaitu cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 247 KK. Analisis yang digunakan adalah analisa data univariat yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden penelitian berdasarkan usia didapatkan nilai modus 55 tahun, yang merupakan kategori lansia awal (46-55 tahun), berjenis kelamin perempuan 53,8% dan laki-laki 46,2%, pendidikan terakhir SD-SMP 8,5%, SMA 32,4%, dan perguruan tinggi 59,1%. Berdasarkan status pekerjaan sebagai buruh/petani 2,8%, sebagai PNS 21,5%, wiraswasta 34,4%, dan mengurus rumah tangga (MRT) atau tidak bekerja 41,3%. Berdasarkan penghasilan perbulan responden yang berpenghasilan dibawah 500 ribu 34%, rentang 500 ribu-1 juta 10,9%, rentang 1 juta- 1,5 juta 12,1%, dan penghasilan lebih dari 1,5 jt sebesar 42,9%. Berdasarkan riwayat trauma sebelumnya sebanyak 86,2% responden mengaku tidak ada riwayat, pernah kecelakaan 0,8%, dan kehilangan dan berduka 13,0%. Berdasarkan gejala PTSD yang dialami responden yaitu mengalami gejala pengalaman berulang (reexperiencing) 78,2%, penghindaran (Avoidance) 58,3%, perubahan negative dalam suasana hati dan kognisi (Negative alternations in mood and cognitions) 29,5%, dan gejala perubahan gairah rangsangan dan reaktifitas (Hyperarousal and reactivity) 45,8%. Adapun hasil penelitian mengenai indikasi PTSD ditemukan bahwa 18,2% responden mengalami PTSD dan 81,8% responden tidak mengalami PTSD dengan nilai Z= 2.996 dan p-value 0.000, yang artinya terdapat perbedaan bermakna pada gejala PTSD korban banjir sungai Semangir. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan korban banjir lebih memperhatikan terkait keluhan yang dialaminya terutama gejala stres pasca trauma untuk kemudian diperiksakan ke pelayanan kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat. Adapun upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu tetap berusaha menjaga kesehatan psikologis dengan menerapkan mekanisme pertahanan yang positif, menghindari stres berlebihan, bersosialisasi dan mampu terbuka, dan menjalankan aktivitas yang disenangi. Selain itu diharapkan pelayanan kesehatan maupun peneliti selanjutnya dapat melakukan pengkajian yang mendalam dan pemantauan kesehatan korban untuk kemudian diberikan intervensi yang tepat guna mengoptimalkan kesejahteraan dan kualitas hidupnya.en_US
dc.description.sponsorshipDPU: Ns. Erti Ikhtiarini Dewi, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J DPA: Ns. Fitrio Deviantony, S.Kep., M.Kepen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Keperawatanen_US
dc.subjectKorban Banjiren_US
dc.subjectGangguan Stressen_US
dc.subjectKeperawatan Korbanen_US
dc.subjectPost Trumatic Stress Disorder (PTSD)en_US
dc.titlePost-Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Korban Banjir Sungai Semangir Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember : Analisis Deskriptifen_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiIlmu Keperawatanen_US
dc.identifier.pembimbing1Ns. Erti Ikhtiarini Dewi, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Jen_US
dc.identifier.pembimbing2Ns. Fitrio Deviantony, S.Kep., M.Kepen_US
dc.identifier.validatorvalidasi_repo_firli_maret_2025_19en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record