Pengembangan Model Pembelajaran PAIKEM Terintegrasi Lumio by Smart Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah Dengan Desain Assure
Abstract
Era 4.0, pendidik harus mampu menciptakan model pembelajaran yang bisa
menumbuhkan motivasi belajar peserta didik serta dapat mengintegrasikan
teknologi dalam pembelajaran. Paradigma Merdeka Belajar mendorong pendidik
untuk merancang pembelajaran inovatif, adaptif dan responsive untuk membantu
peserta didik mencapai potensi dirinya serta memiliki kecakapan hidup.
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan peserta didik di MAN 2 Jember, SMA Arjasa,
dan SMAN 2 Jember ditemukan beberapa kesenjangan diantaranya; 1) model
pembelajaran yang diterapkan kurang memotivasi (20,6%), kurang menyenangkan
(30,9%), dan monoton (36,8%); 2) metode yang digunakan pendidik cenderung
monoton (35,5%), kurang motivasi (19,1%) dan kurang menyenangkan (36,8%); 3)
pendidik menggunakan metode pembelajaran campuran (77,9%), 4) kurangnya
pemahaman dan kemampuan pendidik dalam pengelolaan kelas yaitu pendidik
kesulitan mengarahkan peserta didik untuk bekerja sama dalam kelompok (66,6%),
serta 5) media pembelajaran kurang menarik (44,7%). Rumusan masalah penelitian
ini yaitu: 1) Bagaimana hasil validasi ahli terhadap model pembelajaran PAIKEM
terintegrasi Lumio by Smart sebagai model pembelajaran sejarah di SMA?
2)Bagaimana efektivitas model pembelajaran PAIKEM terintegrasi Lumio by
Smart pada pembelajaran sejarah dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik
di SMA?
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui hasil validasi ahli
terhadap model pembelajaran PAIKEM terintegrasi Lumio by Smart pada mata
pelajaran sejarah di SMA, 2) Meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada
mata pelajaran Sejarah melalui penggunaan model pembelajaran PAIKEM
terintegrasi Lumio by Smart. Pengembangan model pembelajaran PAIKEM sudah melewati proses validasi
ahli desain dengan memperoleh persentase sebesar 80% dengan kualifikasi baik
dapat digunakan dengan revisi kecil. Uji validasi media memperoleh persentase
sebesar 86 % dengan kualifikasi baik dapat digunakan dengan revisi kecil. Uji
validasi materi memperoleh persentase sebesar 68 % dengan kualifikasi baik dapat
digunakan dengan revisi kecil. Uji validasi bahasa memperoleh sebesar 77,5%
dengan kualifikasi baik dapat digunakan dengan revisi kecil.
Hasil penelitian diperoleh pada uji coba pengguna memperoleh hasil dengan
kualifikasi “Sangat Baik”. Hasil uji coba kelompok kecil memperoleh nilai rerata
skor sebesar 4,04 dengan kualifikasi “baik”. Pada uji coba lapangan memperoleh
nilai rerata skor sebesar 4,37 dengan kualifikasi “sangat baik”. Sehingga terjadi
peningkatan kualifikasi produk yang dikembangkan dari “baik” menjadi “sangat
baik”. Selanjutnya, peneliti melakukan analisis peningkatan motivasi belajar
peserta didik dengan memakai nilai pre angket dan post angket dengan tujuan untuk
mengetahui apakah terdapat perubahan. Data nilai pre angket dan post angket
dianalisis menggunakan Uji-t. Hasil nilai angket pada uji coba kelompok kecil
sebelum diterapkan model pembelajaran PAIKEM diperoleh sebesar 33.70 dan
hasil nilai angket setelah diterapkan model pembelajaran PAIKEM sebesar 50.80,
sehingga kedua angket tersebut diperoleh perbedaan rerata sebesar -17.10. hasil
nilai angket pada uji coba lapangan sebelum diterapkan model pembelajaran
PAIKEM diperoleh sebesar 33.82 dan hasil nilai angket setelah diterapkan model
pembelajaran PAIKEM sebesar 48.71, sehingga kedua angket tersebut diperoleh
perbedaan rerata sebesar -13.89. Dapat disimpulkan bahwa terdapat suatu
peningkatan dimana setelah diterapkan model pembelajaran PAIKEM motivasi
belajar peserta didik lebih baik.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa model pembelajaran PAIKEM sudah
tervalidasi ahli dan layak digunakan sebagai model pembelajaran pada mata
pelajaran sejarah serta dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang
diperoleh melalui data pre angket dan post angket yang telah diisi oleh peserta didik
kelas XI IPS 3 MAN 2 Jember.