Dukungan Sosial Suami terhadap Istri yang Mengalami Postpartum Blues di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember
Abstract
Postpartum Blues atau dikenal dengan maternity blues atau baby blues merupakan suatu kondisi yang dirasakan oleh ibu setelah melahirkan dengan perasaan kecemasan, kelelahan, panik dan mudah menyalahkan diri sendiri serta merasa tidak memiliki kemampuan untuk mengurus bayi yang dilahirkan. postpartum blues merupakan gangguan psikologis dengan efek yang ringan namun akan menjadi berbahaya jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan menyebabkan timbulnya kondisi yang lebih parah yaitu postpartum depression atau psikosis depression. Hasil Penelitian menyebutkan bahwa postpartum blues dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan sosial yang dapat mendukung ibu pasca melahirkan supaya terhindar dari postpartum blues. Pihak yang dapat memberikan dukungan sosial salah satunya adalah suami sebagai pasangan hidup. Ibu yang tidak mendapat dukungan sosial akan berisiko mengalami postpartum blues. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dukungan sosial yang diberikan oleh suami kepada Istri yang mengalami postpartum blues di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Informan pada penelitian ini terdiri dari satu informan kunci yang merupakan seorang bidan, enam informan utama yaitu suami dan enam informan tambahan yaitu istri yang mengalami Postpartum Blues. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive dengan kriteria yang ditentukan dan teknik pengambilan datanya dilakukan dengan metode wawancara mendalam. Triangulasi data yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan oleh suami adalah dukungan emosional dan dukungan instrumental diberikan oleh seluruh informan kepada istrinya yang mengalami postpartum blues. Bentuk dukungan emosional yang diberikan cukup beragam meliputi peran suami sebagai tempat berkeluh kesah bagi istri, pemberian kepedulian, perhatian, dan empati, serta memberi motivasi, semangat dan dorongan bagi istrinya untuk tetap bersyukur atas proses kehamilan dan persalinan yang telah dilewatinya. Bentuk dukungan instrumental yang diberikan suami adalah dengan membantu mengerjakan aktivitas sehari-hari seperti memasak, menyapu, mencuci baju dan memandikan anak, mencukupi kebutuhan finansial dan fasilitas, pemenuhan kebutuhan istri dan bayi, bantuan dalam mendampingi proses persalinan dan peran memeriksakan kunjungan nifas serta ajakan untuk meluangkan waktu dan melakukan kegiatan positif seperti jalan-jalan atau berolahraga untuk menurunkan tingkat stress yang dialami oleh sang istri. Dukungan informatif hanya diberikan oleh sebagian informan dengan bentuk dukungan meliputi bantuan pemberian saran serta inisiatif suami dalam mencari informasi melalui internet mengenai kesehatan ibu dan anak. Dukungan penghargaan juga hanya diberikan oleh sebagian informan dengan cara memberikan pujian dan berusaha mengkomunikasikan segala hal bersama istri.
Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah bagi instansi terkait meliputi Puskesmas Sumbersari, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana Kabupaten jember diharapkan dapat melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada pasangan suami dan istri mengenai postpartum blues. Tenaga kesehatan diharapkan juga dapat memaksimalkan media edukasi yang tersedia untuk melakukan edukasi kepada pasangan suami istri dan melibatkan suami dalam setiap asuhan kehamilan hingga persalinan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai metode yang tepat untuk digunakan dalam melakukan upaya KIE kepada para suami sehingga suami dapat memberikan dukungan kepada istri terutama dukungan informatif dan penghargaan.
Collections
- UT-Faculty of Public Health [2283]