Hubungan Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dengan Kejadian Wasting pada Anak Usia 24-59 Bulan (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwaru Kabupaten Tulungagung)
Abstract
Wasting menjadi salah satu bentuk kekurangan gizi akut pada anak dengan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) atau berat badan menurut panjang badan (BB/PB) merujuk pada nilai ambang batas z-score <-2 SD. Faktor utama yang diperlukan untuk kondisi anak yang sehat dan bergizi baik adalah asupan makanan, praktik pemberian makan dan pengasuhan, pelayanan kesehatan, serta sanitasi dan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik pemberian makan bayi dan anak (PMBA) dengan kejadian wasting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian analitik dengan desain case-control yang dilakukan pada bulan April-Mei 2024. Sampel penelitian terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 47 kasus dan 47 kontrol yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan praktik PMBA dan data sekunder diperoleh melalui laporan bulan timbang balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara IMD (p = 0,013 ; OR = 2,86), ASI eksklusif (p = <0.0001; OR = 5.78) dan pemberian MP-ASI (p = 0,004; OR = 3,48) dengan kejadian wasting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI lanjutan dengan kejadian wasting.
Collections
- UT-Faculty of Public Health [2283]