dc.description.abstract | Tomat adalah salah satu tanaman holtikultura yang banyak digemari oleh semua kalangan masyarakat Indonesia dan dibutuhkan dalam pemenuhan pangan sehari-hari sehingga ketidakstabilan produktivitas tomat tiap tahunnya mengakibatkan besarnya volume impor tomat di Indonesia. Ketidakstabilan produktivitas tomat di Indonesia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu tidak tercukupinya hara yang dibutuhkan oleh tanaman selama proses masa vegetatif dan generatif tanaman tomat. Hara yang dibutuhkan oleh tanaman beberapa tersedia di dalam tanah, namun untuk mendukung pertumbuhan tanaman tomat dan dengan kondisi tanah yang memiliki kandungan unsur hara makro rendah, maka dibutuhkan nutrisi atau unsur hara tambahan. Jenis bahan organik yang digunakan untuk menambahkan unsur hara pada penelitian ini adalah pupuk guano.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk guano cair dengan dosis yang paling baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ni di lakukan di Screenhouse, Jl. Merbabu 3, kelurahan Triwung lor, Kecamatan Kademangan, kota Probolinggo pada bulan Agustus 2020 – February 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dosis pupuk guano cair yang diberikan yaitu (57 ml, 66ml, 75ml, 85ml, dan 100ml). terdapat 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan yang dilakukan. Variabel pengamatan pada penelitian ini ialah tinggi tanaman, panjang akar, bobot buah perbuah dan bobot buah pertanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisys Of Varians (ANOVA) dan dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pemberian pupuk guano cair berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang akar, bobot buah per buah, dan bobot buah per tanaman. Perlakuan dosis 75 ml/tanaman dengan interval waktu pemberian seminggu sekali efisien dalam meningkatkan tinggi tanaman, sedangkan dosis pemberian 85 ml/tanaman merupakan perlakuan yang efisien mampu meningkatkan panjang akar, bobot buah per buah, dan bobot buah per tanaman. | en_US |