Hubungan Pola Asuh Gizi dan Water, Sanitation and Hygiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Tapen Kabupaten Bondowoso)
Abstract
Stunting pada anak adalah anak yang memiliki tinggi kurang dari tinggi anak pada umumnya menurut umur akibat dari kekurangan gizi yang kronis atau berulang dalam waktu yang lama. Menurut Global Nutrition Report (2021) Indonesia memiliki jumlah anak di bawah usia lima tahun tertinggi ke-2 menderita stunting setelah Timor Leste. Prevalensi stunting di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021 sebesar 23,5%. Kabupaten Bondowoso menjadi salah satu kabupaten tertinggi prevalensi balita stunting pada tahun 2021 sebesar 37%. Puskesmas Tapen yang berada di wilayah Kecamatan Tapen merupakan salah satu kecamatan yang ditetapkan kembali sebagai kecamatan lokus stunting. Pola asuh gizi yang diterapkan oleh ibu pada balita dan penerapan perilaku terkait Water,Sanitation and Hygiene (WASH) pada balita serta keluarga menjadi faktor tidak langsung penyebab stunting pada balita.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan antara pola asuh gizi dan Water,Sanitation and Hygiene (WASH) dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tapen Kabupaten Bondowoso.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian seluruh balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tapen Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli di Wilayah Kerja Puskesmas Tapen Kabupaten Bondowoso yang terdiri dari 9 desa. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin menghasilkan 92 sampel dan penentuan sampel di setiap desa menggunakan proportionate random sampling. Analisis dengan uji univariate dan bivariate chi-square.
Hasil: Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu (p-value 0,046), pendapatan keluarga (p-value 0,010), jumlah anggota keluarga (p-value 0,005), tingkat
pengetahuan ibu (p-value 0,008) dengan kejadian stunting pada balita, terdapat hubungan antara pola asuh gizi dengan kejadian stunting pada balita (p-value 0,000), terdapat hubungan antara Water,Sanitation and Hygiene (WASH) dengan kejadian stunting pada balita usia (p-value 0,001).
Simpulan: Pola asuh gizi dan Water,Sanitation and Hygiene (WASH) menjadi faktor tidak langsung penyebab stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tapen Kabupaten Bondowoso.
Collections
- UT-Faculty of Public Health [2283]