Perjuangan Pemuda dalam Mencari Jodoh pada Novel Jomblo Fisabilillah Karya Asmanadia: Kajian Sosiologi Sastra
Abstract
Kajian ini dilatarbelakangi oleh realitas sosial masyarakat Indonesia yang
kental dengan nilai-nilai agama dan budaya. Pemuda merupakan bagian penting
dalam dinamika sosial, termasuk dalam hal mencari pasangan hidup dan sesuai
dengan nilai-nilai yang diyakininya. Budaya di Indonesia dalam konteks
pernikahan bukan hanya sekadar ikatan dua individu, tetapi juga melibatkan nilainilai agama dan norma sosial yang harus dipertimbangkan oleh pemuda dalam
memilih pasangan hidup. Perjuangan pemuda dalam menemukan jodoh seringkali
dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti tekanan sosial, ekspektasi
keluarga, dan norma-norma budaya.
Kajian ini bertujuan mengungkap keterkaitan antarunsur struktural yang
meliputi tema, penokohan, latar, dan konflik, kemudian mendeskripsikan
gambaran aspek sosiologis mencakup sosiologi pengarang, sosiologi karya sastra,
dan sosiologi pembaca. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
kualitatif dengan analisis deskriptif. Objek material berupa novel Jomblo
Fisabilillah karya Asma Nadia. Objek formal berupa keterkaitan antarunsur
struktural dan aspek sosiologis yang didasarkan atas teori struktural dan teori
sosiologi sastra. Satuan analisis berupa kalimat, paragraf, atau wacana yang
menunjukkan unsur struktural dan relasi sosiologi sastra.
Hasil analisis struktural pada novel Jomblo Fisabilillah menunjukkan
keterkaitan antarunsur, yakni tema, penokohan, konflik, dan latar. Tema mayor
membahas tentang persahabatan dan perjuangan mencari jodoh, tema mayor
berkaitan pada penokohan. Keterkaitan tema mayor dan penokohonan terletak
pada tokoh Ali yang mengidap venustraphobia, penyakit gugup ketika mendekati
perempuan. Konflik berkaitan dengan penokohan, konflik fisik terjadi pada tokoh
Ali dan Babe Hasan, karena perbedaan pandangan budaya tradisional dengan
modern. Latar berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh Ali saat konflik di Jakarta oleh geng motor, serta latar sosial juga berkaitan pada budaya
Betawi.
Hasil analisis sosiologi sastra menunjukkan hubungan sebuah karya
sastra dengan pengarang, dan respons pembacanya. Sosiologi pengarang meliputi
latar belakang pengarang, sosial, ekonomi, dan idelogi. Asma Nadia sebagai
pengarang novel Jomblo Fisabilillah dilatarbelakangi oleh organisasi Forum
Lingkar Pena (FLP) dalam kepenulisannya, kemudian segi sosial pengarang,
Asma Nadia sosok yang begitu menginspirasi banyak orang. Asma Nadia menjadi
tempat curhat dari berbagi kalangan, bahkan ia menulis cerita yang relate oleh
kalagan masyarakat. Dasar ekonomi dari Asma Nadia dimulai dari ia menulis
cerpen, novel dan hingga mendapatkan banyak penghargaan. Menulis membuat
Asma Nadia semakin melambung, sehingga ia menjadi manajer dari Asma Nadia
Publishing House. Terakhir, dari segi ideologi, Asma Nadia sangat dekat dengan
ideologi religius. Asma Nadia juga telah diperkenalkan sejak kecil ilmu agama
Islam oleh ibunya. Karya sastra sebagai cerminan kehidupan masyarakat,
sehingga melalui sosiologi karya sastra, dapat ditemukan permasalahan sosial
yang terdapat di dalam novel Jomblo Fisabilillah yaitu terkait kehidupan dari Ali,
Yusuf, Imron, dan Anton. Perjuangan Ali dimulai dari ultimatum Babe yang
menggunakan kehendak pribadi untuk Ali menikah, sehingga Ali harus berjuang
dengan mengubah penampilan diri, serta mencoba menyebuhkan penyakit
venustraphobia yang ia derita. Perjuangan Yusuf dengan mencerminkan sebagai
pemuda yang mengutamakan prinsip-prinsip agama Islam dalam setiap aspek
kehidupannya, bahkan saat mencari jodoh. Perjuangan Anton yakni trauma,
sehingga menunjukkan reaksi emosional dan psikologis oleh peristiwa yang
menyakitkan. Anton pernah mengalami kegagalan pernikahan dan memengaruhi
pemikirannya tentang cinta. Perjuangan Imron adalah ketika perjalanannya
mencari jodoh terhalang dengan kehidupan akademiknya yang belum kunjung
selesai. Imron masih berusaha menemukan cinta sejati, tetapi oleh emaknya belum
boleh memiliki pasangan sebelum menyelesaikan studinya. Apresiasi pembaca
dalam novel Jomblo Fisabilillah menyadari bahwa ditemukan penyakit langka yang disebut venustraphobia dan pentingnya menjomlo