Show simple item record

dc.contributor.authorAKBAR, Dicky Zhen
dc.date.accessioned2025-01-15T03:19:35Z
dc.date.available2025-01-15T03:19:35Z
dc.date.issued2022-07-29
dc.identifier.nim171510701028en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/124859
dc.description.abstractCabai (C. annum L.) merupakan tanaman sayuran, yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Kegiatan budidaya tanaman cabai sebagian besar dikelola oleh pertanian rakyat, dalam skala besar maupun kecil. Pasokan cabai tidak setiap waktu dapat memenuhi permintaan, yang mana keadaan tersebut dapat dirasakan setiap tahun. Hal ini disebabkan perencanaan budidaya yang kurang baik serta serangan dari OPT dari tanaman cabai. Organisme yang banyak menyerang tanaman cabai yaitu dari golongan hama, penyakit, ataupun gulma. Penyakit penting tanaman cabai salah satunya yaitu penyakit layu baik pada persemaian (rebah kecambah) maupun pada tanaman dewasa, yang disebabkan oleh patogen F. oxysporum. Umumnya pengendalian patogen tersebut lebih fokus pada tanaman dewasa atau setelah persemaian, sehingga perlu adanya alternatif pengendalian pada persemaian. Mengingat dalam kegiatan budidaya tanaman cabai, pada umumnya petani melakukan perendaman pada air selama 1 malam sebelum benih di semai. Sehingga dapat dijadikan alternatif yang dapat digunakan dengan seed treatment, dengan cara perendaman benih menggunakan mikrobia antagonis seperti B. subtilis dan P. fluorescens. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan faktor pertama lama perendaman yang terdiri dari A1 (perendaman selama 4 jam), A2 (perendaman selama 5 jam), A3 (Perendaman selama 6 jam) dan faktor kedua bahan perendam B0 (kontrol direndam pada air steril), B1 (direndam pada suspensi B. subtilis), B2 (direndam pada suspensi P. fluorescens), dan B3 (direndam pada kombinasi suspensi B. subtilis dan P. Fluorescens). Variabel yang diamati berupa insidensi (%), dan keparahan penyakit (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman selama 6 jam pada suspensi kombinasi bakteri efektif menekan kearahan penyakit rebah kecambah.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Pertanianen_US
dc.subjectPeppersen_US
dc.subjectbacillus subtilisen_US
dc.subjectPseudomonas fluoresensen_US
dc.subjectFusarium oxysporumen_US
dc.titlePengaruh Lama Perendaman Benih Cabai (Capsicum annum L.) pada Suspensi Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluoresens terhadap Keparahan Penyakit Rebah Kecambah (Fusarium oxysporum)en_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiProteksi Tanamanen_US
dc.identifier.pembimbing1Hardian Susilo Addy, S.P., M.P., Ph. D.en_US
dc.identifier.validatorvalidasi_repo_ratna_oktober_2024en_US
dc.identifier.finalization0a67b73d_2025_01_tanggal 15en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record