Show simple item record

dc.contributor.authorVILIANTINA, Rifka Wuri
dc.date.accessioned2023-09-26T07:12:43Z
dc.date.available2023-09-26T07:12:43Z
dc.date.issued2023-03-28
dc.identifier.nim182110102029en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/117980
dc.descriptionFinalisasi oleh Taufik Tgl 26 Sepetember 2023en_US
dc.description.abstractGizi kurang adalah salah satu masalah gizi di Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan atau energi protein dalam jangka waktu tertentu, sehingga dapat dikatakan status gizi balita tergantung pada konsumsi makanan sehari-hari. Pemenuhan kebutuhan zat gizi balita dapat diatasi dengan melakukan pemberian makanan tambahan berupa cookies. Cookies salah satu jenis kue kering manis yang bahan baku pembuatannya terbuat dari tepung terigu. Upaya untuk mengurangi ketergantungan tepung terigu yaitu dengan memanfaatkan potensi lokal seperti biji nangka. Biji nangka merupakan bahan yang sering terbuang dan memiliki keunggulan pada kandungan protein, kalsium, zat besi. Upaya meningkatkan keragaman kandungan gizi cookies biji nangka serta meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein, maka dilakukan inovasi dengan penambahan ikan gabus yang merupakan sumber protein hewani yang lengkap dan bermutu tinggi. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis kadar protein dan daya terima cookies biji nangka dengan penambahan tepung ikan gabus sebesar 5%, 10%, dan 15%. Penelitian ini merupakan Quasi Eksperimental dengan menggunakan rancangan Postest-Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 25 siswa SDN Lenteng Timur 1 Kabupaten Sumenep. Data hasil uji kadar protein dianalisis menggunakan One-Way ANOVA. Data hasil uji daya terima menggunakan non parametric Friedman Test, jika signifikan dilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Data hasil uji kadar protein berdasarkan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penambahan tepung ikan gabus dengan proporsi 5%, 10%, dan 15% dengan nilai p value sebesar 0,000. Rata-rata kadar protein meningkat terlihat pada perlakuan (X0, X1, X2, dan X3) secara berturut turut adalah 7,54 %; 8,38%; 9,12%; dan 9,79%. Semakin besar proporsi penambahan tepung ikan gabus pada cookies biji nangka maka kadar protein cookies biji nangka semakin meningkat dikarenakan tepung ikan gabus memiliki kandungan protein yang tinggi. Hasil uji daya terima dengan uji Friedman menunjukkan bahwa p value x ≤ α (0,05) artinya penambahan tepung ikan gabus berbeda signifikan terhadap daya terima rasa dan aroma, sedangkan daya terima warna dan tekstur p value > α (0,05) yang artinya penambahan tepung ikan gabus tidak berbeda signifikan. Kadar protein dalam 1 biji cookies biji nangka (20 gram) dapat memenuhi 6,70% - 11,17% Angka Kecukupan Gizi (AKG) protein selingan yang dianjurkan pada balita usia 6 bulan hingga 6 tahun. Rekomendasi konsumsi untuk usia 6 bulan – 3 tahun sebanyak 1 biji per selingan dan usia 4-6 tahun sebanyak 1-2 biji per selingan untuk mencukupi kebutuhan protein.en_US
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Ninna Rohmawati, S.Gz., M.P.H. Dosen Pembimbing Anggota : Ruli Bahyu Antika, S.KM., M.Gizien_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakaten_US
dc.subjectBIJI NANGKAen_US
dc.subjectCOOKIESen_US
dc.subjectGIZI KURANGen_US
dc.subjectPROTEINen_US
dc.subjectIKAN GABUSen_US
dc.titleAnalisis Protein dan Daya Terima Cookies Biji Nangka dengan Penambahan Tepung Ikan Gabusen_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiGizien_US
dc.identifier.pembimbing1Ninna Rohmawati, S.Gz., M.P.Hen_US
dc.identifier.pembimbing2Ruli Bahyu Antika, S.KM., M.Gizien_US
dc.identifier.validatorvalidasi_repo_ratna_juli_2023_18en_US
dc.identifier.finalizationTaufiken_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record