Berpikir Kritis Siswa Berkepribadian Sensing, Intuition, Thinking, Feeling dalam Menyelesaikan Masalah dengan Informasi Kontradiksi Materi Bilangan Berpangkat
Abstract
Setiap siswa penting memiliki kemampuan berpikir kritis karena kemampuan ini memungkinkan mereka untuk menguasai kemampuan kuantitatif lainnya. Problem With Contradiction Information (PWCI) yaitu permaslaahan yang memuat informasi kontradiksi merupakan salah satu permasalahan yang dapat membantu melatih berpikir kritis. Setiap siswa memiliki karakteristiknya masing-masing, hal tersebut juga berpengaruh dalam berkpikir kritisnya. Salah satu cara mengidentifikasi tipe kepribadian seseorang adalah dengan Myers Briggs Type Indicator (MBTI), dimana manusia digolongkan berdasarkan beberapa perspektif, seperti cara memahami dan memperoleh informasi (Sennsing-Intuition), serta cara menarik kesimpulan dan keputusan (Thinking-Feeling). Hal tersebut yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa berkepribadian sensing, intuition, thinking dan feeling. Delapan siswa SMA Negeri Arjasa yang masing-masing terdiri atas 2 siswa berkepribadian sensing, intuition, thinking dan feeling menjadi subjek dalam penelitian ini. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertempat di, dengan. Tes dan wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Analisis hasil tes, wawancara dan triangulasi adalah teknik analisis yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa setiap siswa memiliki karakteristiknya yang berbeda dalam menyelesaikan masalah. Hasil tes berpikir kritis menunjukkan walaupun tidak ada siswa memenuhi semua indikator berpikir kritis, terdapat siswa yang menemukan informasi kontradiksi dalam soal.