Show simple item record

dc.contributor.authorFAQIH, Muhammad Fadhlurrohman
dc.date.accessioned2022-06-27T15:20:33Z
dc.date.available2022-06-27T15:20:33Z
dc.date.issued2021-07-11
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/107563
dc.description.abstractPlastik merupakan salah satu bahan yang pemanfaatannya sangat luas dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Terdapat dua hal yang mempengaruhi luasnya pemanfaatan plastik. Pertama adalah kebutuhan manusia yang semakin beragam, mulai dari kebutuhan sehari-hari seperti plastik pengemas makanan sampai kepada kebutuhan industri seperti biji plastik. Kedua adalah semakin majunya teknologi dalam pengolahan plastik, teknologi yang semakin efisien dan murah membuat manusia semakin banyak berinovasi terhadap produk berbahan plastik. Salah satu mesin yang umum digunakan dalam mengolah plastik adalah mesin blow moulding. Mesin ini bekerja dengan cara meniup lelehan plastik (parison) yang dihasilkan, sehingga lelehan plastik akan mengembang dan terbentuk mengikuti bentuk dari cetakan yang sudah ditentukan. Umumnya produk yang dihasilkan dari mesin ini adalah plastik berongga seperti botol minuman atau botol untuk keperluan medis. Salah satu kekurangan yang ada pada mesin blow moulding pada umumnya adalah masih menerapkan sistem konvensional terkhusus pada mesin yang terdapat di lab Teknik Mesin. Terdapat beberapa kekurangan pada sistem konvensional, yaitu tingkat stress yang tinggi karena pekerjaan yang berulang juga operator diharuskan selalu berada di sebelah alat. Untuk itu diperlukan suatu sistem otomasi untuk diaplikasikan ke dalam mesin blow moulding. Berdasarkan hasil percobaan setelah melakukan implementasi sistem otomasi ke dalam mesin blow moulding dan dilakukan analisis statistik menggunakan metode Taguchi, dari tiga parameter yang diamati, injection time, holding time dan temperatur dengan masing-masing parameter memiliki 3 (tiga) level, didapatkan bahwa level yang paling berpengaruh dari masing-masing parameter secara berurutan adalah level 1 (satu) injection time selama 14 detik, level 3 (tiga) holding time selama 5 detik dan level 1 temperatur sebesar 190 0C. Setelah dilakukan uji coba konfirmasi didapatkan bahwa penyimpangan volume produk yang dihasilkan berdasarkan parameter terbaik sebesar 0,41%, sehingga dapat disimpulkan implementasi sistem otomasi berhasil. Salah satu kelebihan sistem otomasi adalah mengurangi waktu siklus. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa sistem otomasi dengan pengukuran waktu kerja secara langsung didapatkan waktu siklus selama 34,45 detik, dan untuk sistem konvensional dengan pengukuran waktu secara tidak langsung didapatkan waktu siklus selama 38,21 detik. Dengan kata lain sistem otomasi lebih cepat 3,76 detik.en_US
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Ir. Aris Zainul Muttaqin, S.T, M.T. Dosen Pembimbing Anggota : Ir. Mahros Darsin, S.T., M.Sc., Ph.Den_US
dc.publisherFakultas Tekniken_US
dc.subjectPlastiken_US
dc.subjectmesin blow mouldingen_US
dc.subjectsistem otomasien_US
dc.titlePengaruh penggunaan IoT dalam pengukuran temperatur, injection time dan holding time terhadap volume produk botol 215 mlen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record