Pengembangan Kemometer Untuk Deteksi Logam Timbal (PB) Pada Jamu Pegal Linu
| dc.contributor.author | Farah Diva Sasti Wijaya | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-28T04:13:19Z | |
| dc.date.issued | 2024-07-29 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 28 Januari 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Jamu pegal linu merupakan salah satu pengobatan tradisional yang masih digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mengatasi nyeri dan pegal. Jamu yang baik dan aman adalah jamu yang telah mengikuti standar mutu pembuatan jamu yang baik menurut BPOM, salah satunya adalah bahan alami yang digunakan dalam keadaan bersih dan tidak mengandung logam berat seperti logam timbal (Pb). Kontaminansi logam timbal pada jamu dapat dideteksi dengan berbagai metode analisis, salah satunya adalah Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Namun, penggunaan metode AAS memiliki beberapa keterbatasan yaitu memerlukan biaya yang tinggi, kurang fleksibel dalam preparasi sampel, dan diperlukan personil yang sudah terlatih. Pada penelitian ini, dikembangkan sensor kimia yang diharapkan dapat mengatasi keterbatasan pada AAS yaitu lebih praktis, murah, mudah, sensitif dan selektif terhadap kontaminasi logam timbal pada produk jamu pegal linu, yaitu kemometer atau sensor kimia berbasis pengukuran jarak. Kemometer merupakan salah satu jenis sensor kimia berbasis kertas yang memiliki bentuk seperti termometer. Analisis timbal menggunakan kemometer ini berdasarkan reaksi pembentukan kompleks Pb(II)-ditizonat yang ditandai perubahan warna menjadi merah pada suasana basa dimana jarak yang terbentuk di area deteksi sesuai dengan besarnya konsentrasi timbal. Hasil karakterisasi analisis kemometer untuk deteksi logam timbal dalam penelitian ini menghasilkan waktu respon pada menit ke 20, menghasilkan respon yang linier dalam rentang konsentrasi logam timbal 6-16 μg/mL dengan nilai koefien korelasi sebesar 0,996, nilai batas deteksi (LOD) sebesar 0,3408 ppm dan batas kuantitasi (LOQ) sebesar 1,0327 ppm. Deteksi logam timbal dalam jamu menggunakan kemometer menunjukkan nilai reprodusibilitas yang baik dengan nilai rata-rata RSD dalam tiga hari sebesar 6,617 %. Metode kemometer untuk deteksi logam timbal juga memenuhi nilai akurasi yang baik (persentase perolehan kembali sebesar 92,083%). Analisis logam timbal menggunakan kemometer tidak terganggu dengan adanya logam lain seperti logam kadmium (Cd) dan logam merkuri (Hg). Kemometer untuk deteksi logam timbal pada jamu dapat digunakan selama 4 hari apabila disimpan di suhu ruang dan 16 hari jika disimpan di suhu chiller. Hasil deteksi logam timbal dengan kemometer tidak berbeda signifikan jika dibandingkan dengan metode AAS, yaitu dengan nilai signifikansi >0,05. Oleh karenanya, metode kemometer dapat digunakan sebagai metode alternatif deteksi logam timbal pada jamu pegal linu. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc. Ph.D Dosen Pembimbing Anggota : Dr. apt. Mochammad Amrun Hidayat, S.Si., M.Farm. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/578 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Jamu pegal linu | |
| dc.subject | Pengobatan tradisional | |
| dc.subject | BPOM | |
| dc.title | Pengembangan Kemometer Untuk Deteksi Logam Timbal (PB) Pada Jamu Pegal Linu | |
| dc.type | Other |
