Pengembangan Kemometer Untuk Deteksi Logam Timbal (PB) Pada Jamu Pegal Linu
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Jamu pegal linu merupakan salah satu pengobatan tradisional yang masih
digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mengatasi nyeri dan pegal. Jamu yang
baik dan aman adalah jamu yang telah mengikuti standar mutu pembuatan jamu
yang baik menurut BPOM, salah satunya adalah bahan alami yang digunakan dalam
keadaan bersih dan tidak mengandung logam berat seperti logam timbal (Pb).
Kontaminansi logam timbal pada jamu dapat dideteksi dengan berbagai metode
analisis, salah satunya adalah Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Namun,
penggunaan metode AAS memiliki beberapa keterbatasan yaitu memerlukan biaya
yang tinggi, kurang fleksibel dalam preparasi sampel, dan diperlukan personil yang
sudah terlatih. Pada penelitian ini, dikembangkan sensor kimia yang diharapkan
dapat mengatasi keterbatasan pada AAS yaitu lebih praktis, murah, mudah, sensitif
dan selektif terhadap kontaminasi logam timbal pada produk jamu pegal linu, yaitu
kemometer atau sensor kimia berbasis pengukuran jarak. Kemometer merupakan
salah satu jenis sensor kimia berbasis kertas yang memiliki bentuk seperti
termometer. Analisis timbal menggunakan kemometer ini berdasarkan reaksi
pembentukan kompleks Pb(II)-ditizonat yang ditandai perubahan warna menjadi
merah pada suasana basa dimana jarak yang terbentuk di area deteksi sesuai dengan
besarnya konsentrasi timbal.
Hasil karakterisasi analisis kemometer untuk deteksi logam timbal dalam
penelitian ini menghasilkan waktu respon pada menit ke 20, menghasilkan respon
yang linier dalam rentang konsentrasi logam timbal 6-16 μg/mL dengan nilai
koefien korelasi sebesar 0,996, nilai batas deteksi (LOD) sebesar 0,3408 ppm dan
batas kuantitasi (LOQ) sebesar 1,0327 ppm. Deteksi logam timbal dalam jamu
menggunakan kemometer menunjukkan nilai reprodusibilitas yang baik dengan
nilai rata-rata RSD dalam tiga hari sebesar 6,617 %. Metode kemometer untuk
deteksi logam timbal juga memenuhi nilai akurasi yang baik (persentase perolehan
kembali sebesar 92,083%). Analisis logam timbal menggunakan kemometer tidak
terganggu dengan adanya logam lain seperti logam kadmium (Cd) dan logam
merkuri (Hg). Kemometer untuk deteksi logam timbal pada jamu dapat digunakan
selama 4 hari apabila disimpan di suhu ruang dan 16 hari jika disimpan di suhu
chiller. Hasil deteksi logam timbal dengan kemometer tidak berbeda signifikan jika
dibandingkan dengan metode AAS, yaitu dengan nilai signifikansi >0,05. Oleh
karenanya, metode kemometer dapat digunakan sebagai metode alternatif deteksi
logam timbal pada jamu pegal linu.
Description
Reupload Repositori File 28 Januari 2026_Kholif Basri
