Prediksi Keaktifan Peserta PBPU Menggunakan Desicion Tree di Indonesia (Analisis Data Sampel BPJS Kesehatan di Tahun 2023)

dc.contributor.authorSuci Krismawati
dc.date.accessioned2026-02-04T01:15:27Z
dc.date.issued2025-07-29
dc.descriptionReupload Repository 4 Februari 2026_Hasim/Firdiana
dc.description.abstractTarget cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional pada tahun 2030 sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2023 tentang Peta Jalan Jaminan Sosial Tahun 2023-2024 yaitu mencapai 100%. Untuk mencapai target tersebut, BPJS Kesehatan menargetkan 5 juta peserta JKN aktif kembali setiap tahunnya. Kenyataannya tiap tahun jumlah peserta JKN yang tidak aktif terus mengalami kenaikan. Jumlah peserta JKN yang tidak aktif tahun 2022 sebanyak 44.401.401 peserta, tahun 2023 sebanyak 53.769.378 peserta, dan tahun 2024 sebanyak 55.428.755 peserta. Di antara peserta JKN yang tidak aktif pada tahun 2024, didominasi oleh peserta PBPU. Berdasarkan keterangan dari Pemerintah Pusat, salah satu permasalahan program JKN yaitu mengenai peserta JKN Mandiri atau PBPU tidak aktif yang menunggak membayar iuran. Peserta PBPU yang berpotensi aktif dan tidak aktif dapat diprediksi menggunakan metode decision tree. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis data peserta PBPU dengan menggunakan metode decision tree yang berpotensi aktif dan tidak aktif di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian analisis lanjutan dengan pendekatan supervised. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Juli 2025 di Jember. Penelitian ini menggunakan data sampel reguler BPJS Kesehatan di tahun 2023. Sampel penelitian ini yaitu peserta PBPU sebanyak 18.898 peserta. Analisis data pada penelitian ini menggunakan aplikasi Stata, microsoft excel, dan RapidMiner. Aplikasi stata digunakan untuk membuka data sampel, seleksi data, dan integrasi data. Microsoft excel digunakan untuk transformasi data. RapidMiner digunakan untuk melakukan prediksi dan uji performa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta PBPU yang berpotensi aktif adalah berusia >42,5 tahun, jenis kelamin laki-laki, kelas III, kunjungan terakhir baru, jenis pelayanan promotif, tingkat pelayanan rawat jalan, kabupaten tempat tinggal tidak tertinggal, lokasi FKTP sesuai domisili, dan jenis FKTP dokter umum sedangkan peserta PBPU yang berpotensi tidak aktif adalah berusia ≤42,5 tahun, jenis kelamin perempuan, kelas I, kelas II, kunjungan terakhir lama, tingkat pelayanan rawat inap, kabupaten tempat tinggal tertinggal, lokasi FKTP di luar domisili, dan jenis FKTP Puskesmas & Klinik Pratama. Performa metode decision tree termasuk kategori sangat baik dalam melakukan prediksi peserta PBPU. Saran yang diberikan kepada BPJS Kesehatan yaitu untuk meningkatkan kesadaran membayar iuran pada peserta PBPU perempuan usia ≤42,5 tahun, menyesuaikan iuran dengan ability to pay, promosi dan edukasi manfaat layanan JKN pada peserta yang menunggak iuran, reminder peserta dengan FKTP terdaftar di luar domisili, serta menyediakan feedback pasca akses layanan. Saran kepada pemerintah daerah kolaborasi bersama kader atau tokoh masyarakat untuk memberikan sosialisasi pentingnya menjaga keaktifan kepesertaan. Bagi peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel lain seperti jumlah anggota keluarga dan keparahan penyakit, serta dapat menggunakan metode prediksi lain.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Abu Khoiri, S.KM., M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1382
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectPBPU
dc.subjectDecision Tree
dc.titlePrediksi Keaktifan Peserta PBPU Menggunakan Desicion Tree di Indonesia (Analisis Data Sampel BPJS Kesehatan di Tahun 2023)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SUCI KRISMAWATI - 222110101202.pdf
Size:
1.55 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: