Prediksi Keaktifan Peserta PBPU Menggunakan Desicion Tree di Indonesia (Analisis Data Sampel BPJS Kesehatan di Tahun 2023)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Target cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional pada tahun 2030
sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2023 tentang Peta
Jalan Jaminan Sosial Tahun 2023-2024 yaitu mencapai 100%. Untuk mencapai
target tersebut, BPJS Kesehatan menargetkan 5 juta peserta JKN aktif kembali
setiap tahunnya. Kenyataannya tiap tahun jumlah peserta JKN yang tidak aktif terus
mengalami kenaikan. Jumlah peserta JKN yang tidak aktif tahun 2022 sebanyak
44.401.401 peserta, tahun 2023 sebanyak 53.769.378 peserta, dan tahun 2024
sebanyak 55.428.755 peserta. Di antara peserta JKN yang tidak aktif pada tahun
2024, didominasi oleh peserta PBPU. Berdasarkan keterangan dari Pemerintah
Pusat, salah satu permasalahan program JKN yaitu mengenai peserta JKN Mandiri
atau PBPU tidak aktif yang menunggak membayar iuran. Peserta PBPU yang
berpotensi aktif dan tidak aktif dapat diprediksi menggunakan metode decision tree.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis data peserta PBPU dengan
menggunakan metode decision tree yang berpotensi aktif dan tidak aktif di
Indonesia.
Penelitian ini merupakan penelitian analisis lanjutan dengan pendekatan
supervised. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Juli 2025 di
Jember. Penelitian ini menggunakan data sampel reguler BPJS Kesehatan di tahun
2023. Sampel penelitian ini yaitu peserta PBPU sebanyak 18.898 peserta. Analisis
data pada penelitian ini menggunakan aplikasi Stata, microsoft excel, dan
RapidMiner. Aplikasi stata digunakan untuk membuka data sampel, seleksi data,
dan integrasi data. Microsoft excel digunakan untuk transformasi data. RapidMiner
digunakan untuk melakukan prediksi dan uji performa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta PBPU yang berpotensi aktif
adalah berusia >42,5 tahun, jenis kelamin laki-laki, kelas III, kunjungan terakhir
baru, jenis pelayanan promotif, tingkat pelayanan rawat jalan, kabupaten tempat
tinggal tidak tertinggal, lokasi FKTP sesuai domisili, dan jenis FKTP dokter umum
sedangkan peserta PBPU yang berpotensi tidak aktif adalah berusia ≤42,5 tahun,
jenis kelamin perempuan, kelas I, kelas II, kunjungan terakhir lama, tingkat
pelayanan rawat inap, kabupaten tempat tinggal tertinggal, lokasi FKTP di luar
domisili, dan jenis FKTP Puskesmas & Klinik Pratama. Performa metode decision
tree termasuk kategori sangat baik dalam melakukan prediksi peserta PBPU.
Saran yang diberikan kepada BPJS Kesehatan yaitu untuk meningkatkan
kesadaran membayar iuran pada peserta PBPU perempuan usia ≤42,5 tahun,
menyesuaikan iuran dengan ability to pay, promosi dan edukasi manfaat layanan
JKN pada peserta yang menunggak iuran, reminder peserta dengan FKTP terdaftar
di luar domisili, serta menyediakan feedback pasca akses layanan. Saran kepada
pemerintah daerah kolaborasi bersama kader atau tokoh masyarakat untuk
memberikan sosialisasi pentingnya menjaga keaktifan kepesertaan. Bagi peneliti
selanjutnya untuk menambahkan variabel lain seperti jumlah anggota keluarga dan
keparahan penyakit, serta dapat menggunakan metode prediksi lain.
Description
Reupload Repository 4 Februari 2026_Hasim/Firdiana
